Tujuh Pengantin Terima Sakramen Pernikahan Suci
NABIRE - Tujuh pasangan pengantin terima Sakramen Baptis di Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Jumat (07/05/21) pekan lalu. Perayaan misa ekar
NABIRE - Tujuh pasangan pengantin terima Sakramen Baptis di Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Jumat (07/05/21) pekan lalu. Perayaan misa ekaristi dipimpin Pastor Paroki, Pastor Injonito Gerry Da Krus SCHP.
Dikatakan Pastor, hari ini kita berbahagia karena tujuh pasangan pengantin masuk dalam gereja katolik yang sah. Allah mempersatukan manusia tidak ceraikan. Sebab Allah mempersatukan satu ikatan yang sejati. Pengantin pasangan nikah yang terima Sakramen Baptis sudah berjanji dihadapan Tuhan dan umat hingga hidup, susah, senang terima berdua bersama sampai usia tua.
Pasangan pengantin yang akan terima Sakramen Baptis diharapan sebagai keluarga berdoa di rumah bapak, istri dan anak-anak setiap saat. Keluarga yang malas berdoa, nanti kedepan anak-anak juga ikut malas berdoa. Keluarga yang rajin berdoa nanti kedepan anak-anak juga ikut rajin berdoa. Sehingga kedua orang tua sebagai penentu dalam keluarga untuk keselamatan jiwa raga kita.
Pastor dalam kotbahnya mengatakan, istri tunduklah kepada suami dan suami cintailah istrimu. Ini hukum Tuhan, bukan hukum Pastor Gerry. Sehingga tantangan yang dihadapi saat ini Allah menciptakan suami untuk menjadi manusia, namun kita tidak sadar diri itu stop.
“Kenapa Allah menciptakan manusia pertama dengan gambar citra Allah dunia dan surga ada ditangan Allah sendiri begitu besar Adam dan Eva atau Hawa kedua anaknya Kain dan Habel, Allah membentuk mereka keluarga di dunia,” tuturnya.
Pertama Allah memberikan kedamaian, ketenangan dalam keluarga yang baik-baik, siapa yang rusak keluarga dia kasih rusak karya Allah. Sehingga pasangan pengantin yang dipersatukan Allah, oleh manusia tidak diceraikan semati, sehidup, susah, senang terima bersama-sama sampai usia tua.
“Maka memohon kepada kita Tuhan mengajak keluarga yang berdoa pasti anak anak yang berdoa. Istri tunduk kepada suami, ciptakan rumah tangga yang damai sedangkan suami sayangi sama istri dan anak-anak jaga keluarga yang baik-baik,” tuturnya.
Tambahnya, hari Minggu adalah hari Tuhan. Bapak, istri, ana-anak pergi ke gereja, saling menghargai rumah, saling menghargai keluarga. Keluarga yang malas berdoa hidup keluarganya tidak nyaman, damai, bahagia.
Seusai perayaan misa ekaristi, rangkaian kegiatan diisi dengan foto bersama. (modes)
Bagikan artikel ini



