NABIRE - Mulai tanggal 17 hingga 21 Mei 2022, pelaksanaan Ujian Sekolah (US) bagi satuan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD/Mi) di seluruh Indonesia akan dimulai secara serempak. Namun ditemukan ada sejumlah anak murid SD peserta US di akhir tahun pelajaran 2021/2022 ini yang hingga saat ini belum memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Sehingga menjadi tugas berat bagi para kepala sekolah SD/Mi.

Para murid peserta ujian SD hanya didaftarkan menjadi peserta US, tetapi tidak memiliki NISN dan kepala sekolah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk melengkapi data muridnya agar memiliki NISN.

“Dengan adanya kekurangan data peserta ujian, bukan semata–mata menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Tetapi ini juga merupakan tanggung jawab dari orang tua murid. Sehingga bukan hari ini saja yang kami pihak sekolah bicara, tetapi sudah jauh–jauh hari kami telah berkordinasi dengan orang tua murid peserta ujian agar menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan juga surat Akte Kelahiran anak,” ujar Kepala Sekolah SD YPK Silo Wanggar Pantai, Silpanus Taran, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (9/5/22).

Misalnya di SD YPK Silo Wanggar Pantai ada 15 peserta ujian yang diusulkan.  Namun hingga saat ini hanya 9 murid peserta ujian yang memiliki NISN, sementara 6 murid peserta ujian datanya belum lengkap.

Namun ada kebiajakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, semua anak yang ada di bangku sekolah kelas VI dapat diusulkan saja. Dan pihak sekolah diberikan tanggung jawab untuk berkordinasi dengan orang tua murid soal data KK dan Akte Kelahiran.

Sebab mulai tanggal 17 hingga 21 Mei sudah pelaksanaan ujian bagi Sekolah Dasar (SD) dan untuk peserta ujian pada akhir tahun pelajaran 2021/2022 ini berjumlah 3.251 peserta dengan jumlah sekolah penyelenggara ujian sebanyak 115 SD/Mi.(des)