Ujian Semakin Dekat, Belum Ada Kejelasan Dana Pelaksanaan Ujian
NABIRE - Kepala Sekolah SD Negeri/Inpres Gamey Jaya, SP 4 Topo, Distrik Uwapa, Yonas Degey, S.Pd.SD mempertanyakan realisasi dana pelaksanaan dana pelaksanaan ujian akhir sekolah bagi semua satuan jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Nabire.
NABIRE - Kepala Sekolah SD Negeri/Inpres Gamey Jaya, SP 4 Topo, Distrik Uwapa, Yonas Degey, S.Pd.SD mempertanyakan realisasi dana pelaksanaan dana pelaksanaan ujian akhir sekolah bagi semua satuan jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Nabire.
Sebab menurut Yonas Degey kini sudah memasuki tahun ke-5, pihak pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire tidak lagi memprogramkan adanya dana ujian akhir bagi semua satuan pendidikan.
Sehingga dirinya meminta dan mengharapkan adanya kebijakan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Nabire. Apabila ada bantuan dana pelaksanan ujian dapat dihitung berdasarkan tingkat kemahalan/kesulitan daerah.
Dan perlu dipahami bahwa ujian negara merupakan salah satu agenda Kementerian Pendidikan secara nasional yang harus didukung oleh para kepala daerah di setiap kabupaten/kota. Namun disayangkan sudah 5 tahun terakhir pelaksanaan ujian di kabupaten tidak dibiayai oleh pemerintah daerah.
“Ujian merupakan agenda nasional, namun sampai saat ini belum ada kejelasan dana pelaksanaan ujian akhir sekolah,” ujar Yonas Degei via telepon genggamnya, Selasa (15/3/22) kepada Papuapos Nabire.
Untuk itu Yonas berharap Nabire di bawah kepemimpinan Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si dan Wakil Bupati Ismail Djmaluddin dapat memberikan perhatian yang serius terhadap pembiyaan ujian akhir sekolah di setiap satuan pendidikan.
Berdasarkan data dan fakta di era kepemimpinan Bupati Nabire Drs. Anselmus Petrus Youw, dana ujian dihitung berdasarkan jumlah peserta ujian dari masing–masing satuan pendidikan. Tetapi kini sudah memasuki tahun ke-5 belum ada dana yang dikhususkan bagi pelaksanaan ujian.
Sehingga Yonas berharap dan memohon kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, agar dapat memperjuangkan dana pelaksanaan ujian akhir sekolah. Sebab dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak semua digunakan untuk pembiyaan ujian.
Karena ujian bukan hanya bagi-bagi kertas, tetapi guru yang mengawasi jalannya ujian harus diberikan imbalan berupa honor dan juga biaya konsumsi. Sebagai bentuk perhatian jalannya pelaksanan ujian akhir sekolah. (des)
Bagikan artikel ini



