JAYAPURA,- Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Doren Wakerkwa, menuding Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) pada Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Papua, sebagai penghambat pelaksanaan pembangunan.Hal itu sebabkan, hingga bulan Agustus 2018, belum juga melaksanakan tender atau lelang proyek infrastruktur, padahal tahun anggaran telah memasuki semester II.Ya, saya heran karena instruksi melelang seluruh proyek di provinsi sudah disampaikan dirinya pada apel gabungan beberapa pekan lalu. Sayangnya instruksi itu tak juga dijalankan sehingga dikhawatirkan penyerapan anggaran 2018, bakal tak capai target. “Ini Pokja ULP menyakitkan Gubernur. Bagaimana kegiatan proyek fisik bisa kita ukur kalau Pokja ULP belum jalan bagus sampai hari ini,” tegas Doren dalam arahannya pada apel gabungan, Senin (13/8) di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura.Dikatakan, dari bulan lalu berkas yang masuk dikaji terus? Makanya proyek yang ada jadi macet (jalan ditempat) terkait program pembangunan infrastrukturnya. Bagaimana mau capai (target) penyerapan 2018,” tegasnya.Doren berharap pihak Pokja ULP tak mempermalukan para pejabat di provinsi, sebab bagaimana perekonomian rakyat Papua dapat ditingkatkan, jika operasional kegiatan fisik saja tidak jalan.“Saya minta sekali lagi tidak boleh (Pokja ULP) bikin diri hebat (pakai alasan) kaji mengkaji, stop. Sekarang bagaimana kita mengukur pencapaian persentase penyerapan anggaran kalau Pokja ULP melaksanakan tugas tidak sesuai harapan,”Dia berharap dalam pekan berjalan ini, Pokja ULP sudah mengambil tindakan dan segera memproses tender sejumah pekerjaan mengingat waktu tahun anggaran 2018 telah memasuki bulan ke delapan.“Coba tolong bantu dan diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jangan lagi ada instruksi dari kami yang mengingatkan Pokja ULP untuk segera tender. Sebab instruksi seperti ini sudah kami sampaikan sejak beberapa pekan lalu. Jangan diulang-ulang,” tegasnya.