NABIRE - Ulang Tahun (Ultah) Paroki Santo Yosep Nabire Barat (Nabar) ke-4 tanggal 24 November 2021, umat katolik Paroki Santo Yosep Nabar merayakan dalam bentuk misa ekaristi pada hari Rabu (24/11/21) sore di gereja.

Misa ekaristi dipimpin Pastor Paroki setempat, Pastor Injonito Gerry Da Krus SCH.P. Mengawali kata pembukaan persatuan kesatuan, kerja sama umat dalam pelayanan melayani sesama sangat penting untuk mengembangkan semangat umat dapat bertumbuh baik, keluarga berdoa, keluarga rajin masuk gereja di rumah tercipta suasana tenang, damai, bahagia lewat gereja semakin akrab dengan Tuhan Yesus. Kalau keluarga tidak berdoa, tidak rajin masuk gereja hidup gelisah, banyak masalah yang dihadapi dalam keluarga karena malas berdoa dan jauh dari gereja. 

Suasana kelompok OMK Paroki dan Stasi St. Phipus yakni Kring Bunda Maria Sarera, Kring St. Petrus/SPC dan Kring St. Yohanes Pembabtis Kaladiri 1 yang membawakan lagu-lagu dengan sangat meriah dan dapat apresiasi oleh umat katolik yang mengikuti perayaan misa ekaristi.

Dalam khotbah Pastor Injonito Gerry mengatakan, Pastor Paroki adalah tinggal dan pergi tapi Paroki dan umat tidak pergi. Paroki kita ini kedepan bagaimana mari kita renungkan dalam hati batin kita masing-masing. Kita lalaikan tugas pelayanan hamba-hamba Tuhan kepada umat baik di Paroki maupun di masing-masing kring yang selama ini telah terjadi diantara kita dan kepada sesama umat Tuhan akan tegur saat-saat kita mengalami suatu masalah dalam keluarga maupun kepada sesama.

Dikatakan Pastor, karena begitu cepat tersinggung, marah, egois yang telah tertanam dalam diri kita masing-masing hingga tugas pelayanan petugas gereja kepada umat sangat sulit untuk menyani umat sesuai dengan jumpa janji yang disampaikan pada saat dilantik.

Seorang imam dan petugas gereja membawakan umat ke arah yang lebih baik atau kasih celaka itu, ada ditangan imam dan petugas gereja. Karena Yesus tidak ajarkan begitu ketika hari Minggu selesai sembayang langsung pulang tetapi melayani umat kunjungi rumah ke rumah karena umat medindukan pelayanan petugas gereja. 

Diharapkan kepada kita petugas gereja mendepankan pelayanan kepada umat di Paroki dan Kring-kring lewat kunjungan umat, duduk doa bersama, sering tukar pikiran bersama, membagi pengalaman hidup bersama dengan umat disitulah Roh Kudus turun akan berkarya pelayanan terbaik yang dilakukan oleh pelayan kepada umat bisa bergerak hati suatu ketika dia aktif masuk gereja dan takut akan Tuhan. (modes)