Umat Stasi Gereja Katolik ST. Antonius Bumi Wonorejo Menjadi Kuasi Paroki
NABIRE- Kerinduan umat katolik gereja Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire,yang selalu merindukan dan impian yang tak henti-hentin
Bagikan
NABIRE- Kerinduan umat katolik gereja Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire,yang selalu merindukan dan impian yang tak henti-hentinya untuk meminta sebuah Paroki devenitif sendiri dari sejak tahun 2006, hingga kini pada tahun 2018 akhirnya, harapan,impian dan kerinduan umat setempat sudah terjawab kenangan manis oleh almarhul Uskup Keuskupan Timika Mgr. Johanes Philip Saklil Pr memberikan nama Stasi menjadi Kuasi Paroki melalui Administrator Diasosesan Uskup Keuskupan Timika Pastor Marten Kuayo Pr. Pantauan media ini, pada hari Jumat(6/9)bertempat dihalaman gereja katolik Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire pada saat pemberkatan gedung gereja sementara dan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja permanen yang akan dibangun.Kegiatan pemeberkatan gereja dimaksud diawali penjemputan Administrator Diasosesan Uskup Keuskupan Timika Pastor Marten Kuayo Pr disambut tarian meriah dengan tarian adat suku mee dan tarian adat suku moni disambut mulai dari Jalan raya besar atas hingga finisnya dihalaman gereja dilanjutkan dengan terjadi kejadian terbakar gereja pada tanggal 25 Desember 2016 yang lalu itu, dibacakan oleh pewarta setempat Whilem Boga.Dan dilanjutkan dengan penguntingan pita oleh Administrator Diasosesan Uskup Keuskupan Timika Pastor Marten Kuayo Pr,kemudian pengerahan kunci gereja sementara dari keluarga sponsor Osea Petege, SE, kepada Uskup Timika akan diteruskan kepada Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire,Pastor Yohanes Agus Setiyono, SJ dibuka pintu gereja baru sementara. Selanjutnya dilaksanakan perayaan ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Timika didampingi oleh Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK)Nabire , Pastor Yohanes Agus Setiyono, SJ Pastor Paroki Kristus Raja Malompo (KR)Nabire Pastor Selpius Goo Pr, Pastor Paroki Santo Yosep Nabar Pastor Injonito Da Krus Sch.P dan Pastor seminari di tor Jayanti Nabire. Perayaan ekaristi diawali dengan lagu-lagu pujian yang sangat merdu oleh umat setempat yang dilaksanakan digereja sementara. Uskup dalam kotbahnya mengatakan kita bersatu dalam umat Allah kita memberi rendah hati agar kita dalam memasuki aula atau gereja sementara ini kita melayani mewartakan Sabda Allah kepada umat kita mengikuti dengan ikhlas kepada Allah karena kita manusia inilah gereja yang utuh,kokoh dan megah.Kita meliaht gereja sementara yang dibangun sangat bagus,indah,rapi dan bersih tapi ini tempat komunikasi dengan Tuhan dan sesama diantara kita tapi gereja yang sebenarnya adalah kita ini hingga diharapkan dapat menanamkan persatuan dan kesatuan diantara kita bersama membangun gereja secara bersama semua suku yang ada dipersatukan kembali membangun gereja mandiri untuk menjemput kuasi jadi Paroki kedepannya.Seusai ,perayaan ekaristi pemberkatan gereja sementara ini diakhiri dengan lagu dan doa penutup dan setelahnya akan dilanjutnya dengan penandatangan prasasti oleh Administrator Diasosesan Uskup Keuskupan Timika Pastor Marten Kuayo Pr dan sponsor oleh Osea Petege,SE,dihalaman gereja ini akan disaksikan oleh ratusan umat bahkan denominasi oleh jemaat dari gereja lain juga sempat disaksikan pada kesempatan itu hingga umat dapat semangat antusiasme yang meriah,”pungkasnya(modes)
Bagikan artikel ini



