NABIRE - Betapa tidak suku-suku asli di Nabire dalam kehidupan mereka sangat menghargai prulalisme. Mereka juga menjadi tuan rumah yang paham melayani dan memperlakukan tamunya dengan penuh beretika.Nabire dalam perjalanannya anak asli tidak pernah bertikai dengan siapa pun. Dari mana asal mereka tidak persoalkan. Kemurahan hati suku-suku asli sebagai anak asli Nabire berhasil membentuk Indonesia kecil di Nabire dengan sebutan Nabire honai bersama.Legislator dari Suku Wate, Frans Hei menyampaikan tiga pesan moralnya untuk semua khalayak untuk dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dalam membangun, menata dan menjaga Nabire tetap harmonis, rukun, damai dan satu kesatuan yang utuh.“Pesan saya ada tiga hal yang penting untuk kita simak dan jalankan bersama di Nabire yaitu pesan persatuan, pesan pembangunan dan pesan kedamaian,” tutur Legislator Kabupaten Nabire, Frans Hei kepada wartawan harian pagi Papuapos Nabire, Minggu (15/3) kemarin.Pesan persatuan menurut Frans, persatuan merupakan kekuatan kita. Hanya dengan persatuan kita bisa menciptakan persaudaraan sejati, dengan persatuan juga kita bisa bekerja bahu membahu membangun masa depan yang lebih baik.Lebih lanjut, pesan pembangunan, kata frans karena tanpa pembangunan hari esok tidak mencapai lebih baik dari hari ini. Selain itu tanpa pembangunan anak cucu kita tidak akan lebih baik pada keadaan masa depan mereka ketimbang kita hidup dewasa ini ditanah  dan yang ketiga adalah pesan Damai, berdamai dengan sesama, alam serta Tuhan Allah.Frans mengakui, Kabupaten ini (Nabire) sudah 55 tahun usianya, namun belum sepenuhnya mencerminkan kemajuan yang seharusnya tercapai di daerah ini. Keadaan sosial dan ekonomi rakyat khususnya suku-suku asli di Nabire masih belum berubah. Masalah Ekonomi dan Social seperti kemiskinan, kesenjangan, keterpurukan dan pengangguran masih mendominasi pemandangan didepan kita. Fenomena ini tidak bisa dibiarkan begitu saja terus menerus, maka itu keadaan rakyat semesta seperti ini harus mulai diubah dari sekarang dan segera,”katanya.Menurut Frans, merajut masa depan yang lebih baik dari pada hari ini dalam  aktifitas pembangunan tentu membutuhkan pola pembangunan yang terencana dan termanifestasi demi membawa rakyat semesta serta membawa daerah ini ke gerbang kemajuan.”Untuk mencapai kesana saya telah katakan tadi tiga pesan itu, sebab ketiga hak tersebut merupakan hakekat manusia yang paling mendasar,”imbunya.Menurut Frans, tidak ada hidup yang lebih indah dari hidup dalam penuh kedamaian yang didasari pada penuh cintah kasih. Hal ini  Frans mengartikan citra kedamian dalam sbuh nyanyian mazmur.”Sungguh, alangka baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Seperti minyak yang baik diatas kepala memelekejanggut harum dan keleher jubahnya.Seperti embun gunung hermon yang turun keatas gunung-gunung sion, sebab kesanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya ”Frans merharap, rakyat Nabire harus bersatu dalam penuh kedamian dan cintah kasih dalam rangka suku dan daerah dalam satu tunggu Honai menuju Nabire yang gemilang.”Saya minta untuk menegakan wibawa pemerintahan di Kabupaten ini  dengan kerja keras, displin da sikap siap melayani rakyat dimana saja dan kapan saja”. Pemerintah harus menjadi panutan, menjadi sasaran cercean,”pitah Frans. (eby)