NABIRE - Kedatangan penumpang dari luar masuk Nabire hanya melalui dua pintu yakni udara dan laut. Kedua jalaur ini rentan untuk warga dari luar yang terinfeksi virus corona masuk ke daerah ini. Maka itu perketat pengawasan dan pemeriksaan di pelabuhan laut maupun di bandar udara bukan solusi. Sebab dengan dalil macam-macam bisa saja para penumpang kedatangan bisa ceroboh. Ini bahaya.“Namanya perketat di pelabuhan laut dan di bandar udara itu bukan solusi karena banyak yang akan dibiarkan dan bisa juga ceroboh. Lantaran keluarga, pejabat, TNI/Polri, kenalan dan lain-lain sehingga petugas pun tidak akan mendeteksi secara baik terhadap penumpang kedatangan.  Sehingga hari-hari kedepan bisa berimplikasi fatal di daerah ini,” kata Wakil Ketua Fraksi Nabire Bersatu (F-NB), Amandus Pigai kepada wartawan harian pagi Papuapos Nabire, diseputaran Oyehe, Jumat (20/3) kemarin.Ironisnya lagi, kata Amandus, bupati telah menginstruksikan mulai tanggal 17 Maret hingga 30 Maret (dalam bulan berjalan ini) pelabuhan laut dan bandar udara Nabire harus ada pengawasan ketat. Konon kondisi sampai saat ini (sudah tiga hari) tidak perketat. Hal itu, Amandus menilai OPD terkait tidak menjalankan instruksi bupati.“Perketat pemeriksaan dan pengawasan saja bisa diragukan apalagi dibiarkan saja tanpa menindak lanjuti instruksi bupati, maka akses laut dan udara harus ditutup,” tegas lelaki mungil yang sering disapa BI.“Sudah ada instruksi bupati, OPD terkait tak menghiraukan instruksi tersebut. Meski kedua pelabuhan tersebut rentan untuk warga dari luar yang terinfeksi masuk ke daerah ini,” katanya.Ditegaskan Amandus, ingat baik-baik penyelamatan ratusan ribu jiwa itu berharga dari pada harta kekayaan yang kita timbun. Karena itu pihak Pemkab Nabire diminta segera tutup akses bandar udara dan akses kapal laut.”Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Covid-19, saya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Nabire untuk terus waspada, betul-betul menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Lebih baik mengurung diri dalam rumah masing-masing,” imbuhnya. (eby)