Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Profesi Permanent Makeup
Acara berskala internasional ini dihadiri oleh 700 peserta yang terdiri dari 400 peserta asal Indonesia dan 300 Warga Negara Asing (WNA).

TANGGERANG— Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya standar kompetensi dan sertifikasi profesi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di bidang permanent makeup.
Hal tersebut disampaikan Wamenaker saat membuka Permanent Make Up Indonesia Festival 2026 yang digelar di Kawasan PIK 2 Tangerang, Rabu (21/10/2026). Rangkaian festival ini berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Oktober 2026.
Acara berskala internasional ini dihadiri oleh 700 peserta yang terdiri dari 400 peserta asal Indonesia dan 300 Warga Negara Asing (WNA). Para delegasi tersebut mewakili 24 negara, yakni Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Myanmar, Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan, Rusia, Turki, Republik Turki Siprus Utara, Irak, Nigeria, Spanyol, Polandia, Jerman, Inggris Raya, Irlandia, dan Brasil.
Selain pembukaan dan pengarahan, PMU Indonesia Festival 2026 juga menghadirkan kompetisi di bidang kecantikan, meliputi lomba eyeliner, bibir, dan alis. Pada kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan negara yang hadir turut menyajikan demonstrasi teknik serta metode terbaru Permanent Make Up kepada para peserta.
Menurut Afriansyah, tenaga kerja di bidang permanent makeup perlu menguasai keterampilan teknis sekaligus memahami etika profesi, standar kerja, dan keselamatan pelanggan. Kombinasi kompetensi tersebut penting untuk menjaga kualitas layanan dan membangun kepercayaan pelanggan.
Ia menjelaskan, standar kompetensi yang jelas dan sertifikasi resmi dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan. Pelatihan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri agar keterampilan yang dimiliki tenaga kerja relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Kompetensi dan sertifikasi resmi adalah kunci utama agar tenaga kerja tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga beretika, aman, dan berdaya saing global,” katanya.
Afriansyah menambahkan, peningkatan kompetensi membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan. Dialog dengan industri, pemetaan kompetensi, serta pelatihan berbasis praktik dapat menjadi bagian dari upaya menyelaraskan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan yang setara dan pengukuran hasil agar pengembangan kompetensi dapat mendukung produktivitas, memperluas peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
“Mari kita bangun industri ini bersama-sama melalui ruang dialog yang terbuka, kemitraan yang setara, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja kita,” tutur Afriansyah.
Melalui festival internasional ini, ia pun berharap industri Permanent Make Up Indonesia dapat terus berkembang dan membawa nama negara Indonesia bersaing di kancah global.(Ppn)
Bagikan artikel ini



