NABIRE – Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) hingga saat ini masih menggelar sidang perkara gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Nabire tahun 2020.

   Tidak lama lagi ada perkara yang dimohonkan dari Kabupaten Nabire yang sudah akan diputus.

Terkait dengan putusan MK RI nantinya, sejumlah pihak menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bisa menerima apapun putusannya.

  Juga diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

  Seperti dikemukakan salah satu tokoh agama, Pendeta Yunus Mbaubedari, yang juga merupakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nabire.

Kata dia, mensikapi proses persidangan di MR RI, pihaknya memiliki satu komitmen dan komitmen ini disampaikan sebagai himbauan kepada seluruh umat beragama dan masyarakat.

        “Hal pertama, kita bersyukur kepada Tuhan karena kita sudah sukses dalam melaksanakan Pilkada Nabire.

Tanggal 9 Desember 2020 lalu kita sudah menyalurkan hak suara, hak politik, hak pilih kita.

  Dan itu kita harus bersyukur berjalan di tengah-tengah perbedaan tapi akhirnya boleh kita katakan bahwa kita sudah berhasil,” ujarnya kepada awak media, beberapa hari lalu.

  Lanjut dia, pihaknya mengharapkan dan menghimbau kepada seluruh umat beragama yang juga sekaligus adalah masyarakat, kita serahkan sepenuhnya kepada yang berwenang yaitu MK RI.

Keputusan apapun yang diambil itu akan  sejalan dengan doa-doa yang kita naikkan.

Karena kita selalu minta kepada Tuhan supaya Tuhan terus memberikan kepada kita hikmat, kemampuan dan kekuatan untuk menerima segala hasil dari keputusan.

          “Kalau misalnya keputusan bertentangan dengan keinginan kita, maka kita juga harus tetap tenang dan doa kepada Tuhan mungkin inilah yang Tuhan kehendaki,” ujarnya.

  Apabila kita tidak menerima dan kita lakukan tindakan ataupun perbuatan-perbuatan yang tidak benar, merugikan diri sendiri, merugikan orang lain, merugikan masyarakat, yang pada akhirnya tidak menutup kemungkinan kita bisa diseret dan berhadapan dengan hukum.

      “Kalau seperti ini, berarti kita tidak percaya dengan doa kita, dan sama saja kita tidak percaya kepada Tuhan atas kuasa dan kehendaknya.

Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan secara khusus bagi orang kristen mulai minggu besok tanggal 14 Februari kita sudah memasuki masa raya kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus, sebab itu dengan menyambut hasil keputusan MK RI nanti, apapun keputusan itu dan apapun yang ditetapkan kita jangan membuat diri kita sengsara,” harapnya.

  “Jangan karena Yesus sengsara baru kita bikin ikut-ikutanan sengsara. Justeru Yesus bilang, lebih baik kita menderita untuk suatu kebenaran dari pada menderita karena tidak membuat kebenaran atau membuat kesalahan.

   Kalau menderita karena membuat kebenaran itu sudah pasti akan ada imbalannya dan berkatnya.

Tapi kalau menderita karena berbuat kesalahan justeru kita akan jauh lebih menderita,” paparnya.

   Oleh kerana itu, lanjut dia, siapaun nanti pemimpin dari hasil MK RI itu kita semua harus mendukung dengan tenang demi masa depan anak-anak kita.

Anak-anak kita jangan dikorbankan dengan sikap ketidakpuasan lalu membuat suatu aksi dan kegiatan dengan bertindak anarkis.

   “Ujung-ujungnya anak-anak kita jadi menderita lagi. Karena apa, Covid sudah bikin mereka tidak belajar betul, nanti kitong bikin tambah lagi kalo nanti tidak belajar betul siapa yang rugi.

Kita yang rugi, keluarga rugi, agama rugi, masyarakat rugi, negara dan bangsa rugi karena masa depan tidak ada kecerahan,” tuturnya.

 Dirinya sebagai tokoh agama dan juga Ketua FKUB Kabupaten Nabire, menghimnau kepada seluruh lapisan umat bergama di Kabupaten Nabrie yang juga sebagai masyarakat supaya tetap tenang dan penuh suka cita, berdoalah kepada Tuhan supaya minta bimbingan kekuatan dan hikmat. 

 Hal senada juga disampaikan tokoh dari Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Ketua Klasis Nabire, Pdt. Mordekhai Oila, S.Th.

     Katanya, di kalangan gereja, dirinya sudah menyampaikan beberapa kali pada ibadah gabungan.

Apapun keputusan MK RI dan siapapun yang nanti menjadi bupati terpilih yang akan dilantik dan akan melaksanakan pemerintahan periode kedepan, maka kita harus mendukung pemerintahan bupati terpilih.

Untuk kita sama-sama membangun Nabire, untuk Nabire yang lebih baik dari yang kemarin.

Sehingga Nabire bisa menjadi kota yang damai, aman, tentram, bersih, sehat dan memuliakan nama Tuhan.

   “Sudah saya sampaikan ke warga untuk tidak boleh ikut tindakan-tindakan yang nanti mengganggu keamanan dan ketertiban.

Dan tidak boleh terprovokasi dan kita terima apapun keputusan MK RI itu sudah, siapapun dilantik itu sudah,” ujarnya.

  Lanjutnya, FKUB Kabupaten Nabire juga sudah pernah menggelar pertemuan dengan Kapolres Nabire.

Pihaknyua sudah sempat mengusulkan supaya menjaga kondisi daerah tetap aman, damai maka tidak boleh terlalu ada adak-arakan siapapun yang nantinya jadi pemenanag.

     “Ketika nanti turun ke Nabire, siapun dia termasuk tim sukses yang jemput itu tidak boleh ada pawai kemenangan di Nabire.

Langsung saja menuju ke sekretariat dan di sana mau mengucapkan syukur atau ungkapan kegembiraan silahkan.

  Jangan buat arak-arakan di kota, yang menang di MK RI diharapkan bisa menjaga perasaan pihak yang kalah di MK RI,” ujarnya.

   Disisi lain, kata dia, pihak kepolisian diharapkan juga melakukan pengawalan ketika rombongan tiba di Bandara Nabire higga ke secretariat masing-masing. (ros)