NABIRE – Warga masyarakat Kelurahan Bumi Wonorejo, Distrik Nabire mempertanyakan reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire atas penanganan masalah banjir melanda Kelurahan Bumi Wonorejo selama ini, terutama saat hujan. Karena sudah dikeluhkan warga selama ini, tetapi selama itupula tidak direspek oleh Pemkab Nabire.

 Warga mengungkap, selama ini usulan masyarakat agar banjir yang melanda pemukiman penduduk dan jalan utama di Kelurahan Bumi Wonorejo sudah diusulkan berulang kali melalui Rapat Musyawarah Pembangunan Kelurahan dan melalui anggota dewan, tetapi nyatanya hingga kini belum ditangani pemerintah.

 Keluhan tersebut kembali mengemuka ketika Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Suyono, anggota Udin Mardin, Amandus Pigay dan Alpius Doney didampingi Lurah Bumi Wonorejo, Ahmad Munawar ketika melaksanakan Hearling anggota DPRD Nabire di Kelurahan Bumi Wonorejo, Jumat (8/5) sore.

 Tak asing bagi kota Nabire, ketika hujan deras, air meluap ke jalan raya dan pemukiman warga di Kelurahan Wonorejo. Bahkan jika hujan lebat dan lama, kendaraan yang melintas di Wonorejo terutama di sekitar Pasar Pagi, nyaris macet dan kendaraannya mogok. Menurut warga, kondisi tersebut sudah disampaikan lewat Musrenbang kelurahan untuk diteruskan ke distrik dan kabupaten tetapi tak ada tanggapan dari pemerintah.

 Demikian juga halnya ketika anggota dewan hearling ke Wonorejo, keluhahan tersebut disampaikan berulang kali. Oleh sebab itu, saat hearling Jumat sore pekan lalu, warga kembali mempertanyakan, mengapa pemerintah tidak memperhatikan banjir yang terus meluap saat hujan di Wonorejo.

 Saking lamanya menanti penanggulangan dari pemerintah, dalam pertemuan warga mengungkap sudah membangun dua gorong-gorong secara swadaya untuk menanggulangi banjir yang menghantui warga saat hujan. Selain masalah banjir, warga juga meminta untuk perbaikan jalan masuk dari jalan raya ke tengah pemukiman di RT 02, RT 01, jalan masuk sebelum SMP Negeri 2.

 Menurut pengakuan warga, Bupati Nabire Isaias Douw saat kampanye pernah berjanji untuk memperbaiki ruas jalan tersebut tetapi nyatanya, menjelang akhir masa jabatan periode kedua, janjinya belum dijawab. Oleh sebab itu, warga meminta agar memperbaiki jalan masuk tersebut. Menanggapi usulan warga, Ketua Sementara, Suyono meminta setiap khususnya pembangunan infrastruktur agar diusulkan melalui Musrenbnag dari kelurahan ke distrik.

 Usulan warga tersebut hendaknya juga disampaikan kepada anggota dewan agar bisa dimonitor dalam pembahasan di tingkat kabupaten. Sementara itu, anggota dewan, Udin Mardin mengungkapkan, selama periode lalu, hampir seluruh aspirasi yang disampaikan kepada anggota dewan saat reses dan hearling, hampir semua tidak ditanggapi oleh pemerintah eksekutif.

 Hal itu juga terjadi karena, di dalam lembaga dewan ada kubu-kubu sehingga tidak kompak. Usulan dari kubu yang vokal dan berseberangan, tidak ditanggapi oleh eksekutif. Oleh karena itu, Udin berharap, pengalaman anggota dewan periode lalu tidak terbawa ke periode ini.(ans)