NABIRE - Sejak hadirnya Yayasan Yaberkat hingga saat ini, telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Suku Auye di Wapoga.  Salah satu langkah dan upaya yang dilakukan melalui Yayasan Yaberkat, telah menamatkan seorang siswi SMA tahun ajaran 2022 ini dari sekolah katolik di Bali.

Yayasan menyekolah seorang siswi Suku Auye jauh dari orang tuanya. Karena menurutnya, sesuai kebiasaan dan kondisi masyarakat Suku Auye di Distrik Wapoga, pada umumnya anak-anak perempuan mereka, tidak mau disekolahkan, langsung dikawinkan oleh orang tuanya.   

Sehingga, melalui Yayasan Yaberkat, telah berupaya, seorang anak perempuan Suku Auye yang bisa tulis, membaca yang dibina melalui yayasan, dapat keluar dari kampungnya untuk melanjutkan pendidikannya di tingkat SMA di daerah orang lain dan jauh dari orang tua, agar dapat sekolah dengan baik.     

“Melalui Yayasan Yaberkat banyak hal terobosan yang telah dan akan dilakukan untuk masyarakat Suku Auye melalui pelayanan–pelayanan. Baik melalui pelayanan agama, pelayanan pendidiikan maupun melalui pelayanan lainnya. Dan khususnya melalui pelayanan pendidikan, menyekolahkan anak- anak Suku Auye, adalah salah satu langkah, terobosan, upaya, yang dilakukan demi masyarakat Suku Auye harus keluar dari ketertinggalan yang ada,” kata Ketua Yayasan Yaberkat, Jhon Bani, kepada Papuapos Nabire.

Dikatakan, selain menamatkan seorang siswa di tahun ajaran 2022 melalui  Yayasan  Yaberkat juga telah tamatkan seorang anak laki-laki Suku Auye bernama Isak Kakapa, ST, program studynya teknik, telah tamat kuliah di Uswim Nabire pada tahun 2021 lalu.

“Kedepan masih banyak yang akan dilakukan upaya-upaya, terobosan, melalui yayasan. Kita berharap kedepan pemerintah Nabire dan pihak terkait memberikan perhatian dan mendukung bersama yayasan,  masyarakat Suku Auye, dapat keluar dari berbagai ketertinggalan yang ada dan dapat sejajar dengan masyarakat lain,” ungkapnya. (hbb)