Dari Mengirim Siswa ke Luar Papua, Intan Jaya Mulai Bangun Ekosistem Pendidikan Sendiri
Selama ini, kata Aner, sejumlah siswa Intan Jaya harus dikirim ke luar Papua untuk melanjutkan pendidikan.
Pencarian
3129 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Selama ini, kata Aner, sejumlah siswa Intan Jaya harus dikirim ke luar Papua untuk melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, setiap regulasi yang dibentuk harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, serta karakteristik wilayah Papua Tengah.
“Perdasi dan Perdasus yang kita bentuk tidak boleh berhenti sebagai kumpulan norma hukum. Peraturan yang kita hasilkan harus menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan, melindungi hak masyarakat, menjaga kedamaian, serta memastikan bahwa Orang Asli Papua menjadi subjek utama pembangunan di atas tanahnya sendiri,” ujarnya.
“TNI bukan hanya kekuatan pertahanan negara, tetapi juga bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, sinergitas TNI dan Polri harus terus diperkuat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan NKRI, khususnya di wilayah Papua Tengah,” ungkap Jermias.
Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P., mengatakan pembentukan Kodam baru menjadi bagian dari penguatan organisasi dan pertahanan TNI di sejumlah wilayah strategis.
“Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada TNI atas seluruh pelayanan pengabdian, melayani masyarakat tanpa pamrih untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujar Meki Nawipa.
Bimtek tersebut menghadirkan Direktur Lembaga Best Computer Nabire, Alief Muhammad, S.Kom., sebagai narasumber tunggal. Ratusan peserta ASN mendapat materi sekaligus pendampingan praktis untuk meningkatkan kemampuan mengoperasikan aplikasi yang sehari-hari menjadi bagian penting dari pekerjaan administrasi pemerintahan.
Sejarah Papua menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tidak pernah terpisah dari struktur sosial dan budaya. Berbagai komunitas adat membangun sistem produksi yang bertumpu pada kebun, hutan, pesisir, dan relasi kekerabatan.
Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Papua Tengah, Agustinus Bagau, memberikan keterangan pers kepada awak media usai acara. Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan khusus bagi anak-anak di daerah.
“Pemenuhan hak anak tidak hanya berkaitan dengan satu sektor, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan,” ujarnya.