NABIRE — Sebanyak 233 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Jayapura mengikuti kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (22-23/8/2026), di Gedung Islamic Center, Kompleks Masjid Agung Al-Falah, Karang Mulia, Nabire.

Kegiatan yang dilaksanakan UT Jayapura bersama Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Nabire tersebut menjadi bagian dari pembekalan awal bagi mahasiswa baru agar mampu menjalani sistem pembelajaran jarak jauh secara mandiri dan efektif.

Ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari program sarjana dan diploma dengan total 52 program studi.

Dalam kegiatan LPKBJJ yang mencakup OSMB, KU, PKBJJ dan WT itu, mahasiswa mendapatkan berbagai materi penting terkait mekanisme perkuliahan di UT.

Materi disampaikan Manajer Keuangan, Sumber Daya dan Umum UT Jayapura, Sutrisno, S.A.P., bersama dua staf UT Jayapura, Sri Martini, S.IP., dan Welly Christian Palittin, S.T.

Para mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai tata cara registrasi, metode belajar di UT, akses terhadap berbagai fasilitas layanan pembelajaran hingga skema pelaksanaan ujian akhir semester.

Pembekalan tersebut dinilai penting mengingat sistem pendidikan UT mengandalkan pembelajaran jarak jauh yang menuntut mahasiswa memiliki kemampuan mengatur waktu, belajar secara mandiri dan memanfaatkan berbagai layanan digital maupun akademik yang tersedia.

Dibekali Wawasan Ekonomi Digital dan Kebangsaan

Sebelum memasuki materi utama LPKBJJ, kegiatan diawali dengan Seminar Akademik yang mengangkat topik Aspek Ekonomi: Digitalisasi dan UMKM.

Materi tersebut disampaikan oleh Immanule Candra Irawan, S.Kom., M.M., yang memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai perkembangan ekonomi di era digital serta peluang yang dapat dimanfaatkan melalui sektor usaha mikro, kecil dan menengah.

Selain materi akademik, mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai bela negara, pencegahan sikap radikal dan intoleransi serta pencegahan kekerasan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan kampus.

Materi tersebut disampaikan oleh pengurus SALUT Nabire, masing-masing Ishak Darmawan, S.I.Kom., H. Cilik Hajar Zaphiro, S.Pd., dan Harun El Rosyid, S.Pd-Fis., M.MPd.

Pembekalan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang aman, toleran, inklusif dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

LPKBJJ Dirangkai Gerakan Penghijauan

Menariknya, pelaksanaan LPKBJJ kali ini juga dirangkai dengan kegiatan kepedulian terhadap lingkungan.

Sebanyak 250 bibit tanaman penghijauan dibagikan kepada mahasiswa baru. Bibit tersebut merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah.

Bibit tanaman tersebut selanjutnya akan ditanam oleh para mahasiswa di rumah maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembekalan akademik, tetapi juga diajak mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata di tempat domisili masing-masing.

Secara simbolis, penanaman bibit juga dilakukan di lokasi pelaksanaan LPKBJJ. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Al-Falah.

Kegiatan penghijauan tersebut menjadi pesan tambahan bagi mahasiswa baru bahwa pendidikan tidak hanya berbicara mengenai ilmu pengetahuan dan gelar akademik, tetapi juga tentang kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Melalui pelaksanaan LPKBJJ, UT Jayapura dan SALUT Nabire berharap para mahasiswa baru memiliki bekal yang cukup untuk memulai perjalanan akademik mereka.

Dengan memahami sistem belajar jarak jauh, layanan akademik, tata cara ujian, sekaligus nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian lingkungan, 233 mahasiswa baru tersebut diharapkan mampu menjalani pendidikan dengan disiplin, mandiri dan bertanggung jawab hingga menyelesaikan studi di Universitas Terbuka. (ppn)