51 Orang Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan
NABIRE - Sebanyak 51 orang guru mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD). Kegiatan ini dilakukan secara khusus bagi guru dan tenaga kependidikan yang ada di SMPN 4 Nabire. Kegiatan dibuka Kakwarcab Kabupaten Nabire, Daniel Maipon, S.STP, Minggu (18/6/23) di halaman sekolah SMPN 4 Nabire.

NABIRE - Sebanyak 51 orang guru mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD). Kegiatan ini dilakukan secara khusus bagi guru dan tenaga kependidikan yang ada di SMPN 4 Nabire. Kegiatan dibuka Kakwarcab Kabupaten Nabire, Daniel Maipon, S.STP, Minggu (18/6/23) di halaman sekolah SMPN 4 Nabire.
Dari 51 orang peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan itu, sebanyak 37 orang dari SMPN 4 Nabire sementara 14 orang peserta lain dari guru SD dan SMP lain yang ada di Kabupaten Nabire. Kegiatan pelatihan dasar ini akan berlangsung selama 6 hari dengan menghadirkan 3 orang pelatih dari Kwarda Provinsi Papua dan satu orang pelatih dari Nabire.
Sementara tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan bekal kepada pembina dalam menggerakan gerakan pramuka yang ada di Kabupaten Nabire dan sekitarnya. Dalam rangka membina para tunas muda agar mempunyai pola hidup yang sesuai dengan tuntutan zaman yang ada di saat ini maupun di mana mendatang.
“Kedepan bukan saja pendidikan yang membutuhkan perubahan, tetapi pendidikan karakter pun sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan generasi tunas muda pramuka yang merupakan harapan bangsa,” kata Ka Mabigus SMPN 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (19/6/23).
Sebagai kepala sekolah yang juga sekaligus selaku Ka Mabigus di SMPN 4 Nabire ini, ingin agar di sela-sela awal liburan semester genap tahun pelajaran 2022/2023 perlu ada kegiatan yang bersifat pembinaan mental. Karena selaku mantan siswa teladan di Kabupaten Maros, Sulauwesi Selatan pada tahun 1989, dirinya ingin ada bekal pengetahuan bagi para guru dan tenaga kependidikan di bidang kepramukaan.
Dan juga selaku kepala sekolah berprestasi pada tahun 2019 silam di wilayah Provinsi Papua, tentunya tidak ingin tinggal diam. Tentapi diharapkan dengan kursus mahir dasar ini ada bekal kepada 51 guru dan tenaga kependidikan selaku pembina, sehingga kedepan bisa menggerakkan gerakan pramuka di wilayah Provinsi Papua Tengah. (des)
Bagikan artikel ini



