Ada Kasus DBD, Fogging Perdana Swadaya
NABIRE - Kasus demam berdarah dengue (DBD) sudah masuk Nabire selama beberapa hari terakhir ini. Sedikitnya ada 5 kasus DBD di satu RT yakni RT 9 Kelurahan Nabarua, Distrik Nabire.

NABIRE - Kasus demam berdarah dengue (DBD) sudah masuk Nabire selama beberapa hari terakhir ini. Sedikitnya ada 5 kasus DBD di satu RT yakni RT 9 Kelurahan Nabarua, Distrik Nabire.
Pemerintah melalui Dinas Kesehatan tidak membuka adanya kasus demam berdarah di daerah ini. Apalagi penanganan pencegahan melalui fogging atau pengasapan massal.
Adanya kasus DBD ini terbuka melalui kegiatan fogging (pengasapan) secara massal yang diprakarsai Musa Malisa secara swadaya dengan melihatkan personil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Kamis (3/8) pagi di RT 9 dan 10 Kelurahan Nabarua. Personil Dinas Kesehatan saat fogging ketika ditanya pencegahan kasus BDB lewat fogging atas kasus adanya demam berdarah di Nabire mengatakan fogging hari ini kali perdana. Karena belum pengasapan atas kasus ini.
Bagi Musa Malisa menjelaskan bantuan kepada masyarakat lewat fogging swadaya bukan kali pertama. Karena sebelumnya, April lalu juga pernah memprakarsai fogging serupa.
Sekedar diketahui, laman Halodokter mengurai demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus disebarkan melalui darah. Ketika salah satu dua jenis nyamuk menggigit orang yang kena demam berdarah, virus dengue menyebar keada orang lain.
Salah satu penangannya secara massa melalui fogging, dengan penyemprotan obat nyamuk yang mampu menjangkau area lebih luas.
Obar fogging mengandung zat kimia piretroit sintesis untuk membunuh nyamuk dan jentik. Dalam keterangan di laman tersebut menyatakan fogging tidak berisiko pada kesehatan. (ans)
Bagikan artikel ini



