Jelang Aksi Aspirasi, 350 Personel Dikerahkan
“Penyampaian pendapat harus dilaksanakan secara tertib dan dewasa. Mari kita sama-sama menjaga komitmen damai,” tegasnya.

NABIRE : Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang dijadwalkan berlangsung Senin (31/8/2026), Polres Nabire menyiapkan 350 personel gabungan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan.
Kesiapan pengamanan dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire, Ketua DPRK Nabire, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (Komnas PPA), serta perwakilan pengurus IKPTB, Minggu (30/8/2026) malam.
Rapat yang berlangsung sekitar 85 menit, mulai pukul 21.00 hingga 22.25 WIT, tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Sejumlah pejabat utama Polres Nabire turut hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Binmas.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
Ia meminta seluruh pihak menjadikan berbagai kejadian sebelumnya sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan aksi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.
“Penyampaian pendapat harus dilaksanakan secara tertib dan dewasa. Mari kita sama-sama menjaga komitmen damai,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dinamika di lapangan, kepolisian akan menerapkan pola pengamanan berbasis sekat wilayah. Namun, Kapolres memastikan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas.
Komunikasi dan langkah persuasif akan dikedepankan sepanjang peserta aksi maupun masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Pengamanan PN dan Kejaksaan
Selain mengawal aksi penyampaian aspirasi, aparat juga memberikan perhatian khusus terhadap proses hukum yang sedang berlangsung di Nabire.
Pengamanan akan difokuskan pada dua lokasi, yakni Pengadilan Negeri Nabire dan Kejaksaan Negeri Nabire. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan agenda persidangan maupun proses hukum berjalan aman dan lancar.
Kepolisian juga mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang mencoba memprovokasi atau memanfaatkan situasi untuk mengganggu keamanan.
Sebanyak 350 personel gabungan telah disiapkan. Mereka terdiri dari personel Polres Nabire, Satuan Brimob Batalyon A Nabire, serta personel bantuan operasional dari Polda Papua Tengah.
Kapolres mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga juga diingatkan tidak mudah percaya terhadap informasi provokatif maupun berita bohong yang dapat memicu keresahan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.
Kapolres juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi tindak pidana atau potensi gangguan keamanan di lapangan.
“Apabila masyarakat menemukan indikasi tindak pidana atau potensi gangguan keamanan di lapangan, segera laporkan kepada petugas pengamanan terdekat atau melalui Call Center 110,” tegasnya.
Polres Nabire berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap aman, tertib dan damai, sehingga penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan baik tanpa mengganggu aktivitas warga maupun proses hukum yang sedang berjalan. (Luk)
Bagikan artikel ini



