AKBP Samuel Pimpin Rilis Pengungkapan Kasus Menonjol dan Viral
NABIRE - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire, yang baru menjabat sekitar beberapa hari, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.IK memimpin press release (rilis) pengungkapan sejumlah kasus yang sempat viral, menjadi perhatian publik dan menonjol terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polres Nabire, Polda Papua Tengah.

NABIRE - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire, yang baru menjabat sekitar beberapa hari, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.IK memimpin press release (rilis) pengungkapan sejumlah kasus yang sempat viral, menjadi perhatian publik dan menonjol terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polres Nabire, Polda Papua Tengah.
Beberapa kasus yang menonjol dan sempat viral tersebut, yakni kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Bumi Wonorejo atau tepatnya di Pasar Pagi Bmw, kebakaran di SMP Emanuel Oyehe dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) serta uang palsu.
Pada saat rilis tersebut, mantan Kapolres Asmat itu, AKBP Samuel Tatiratu didampingi Kasat Reskrim, Kasi Humas dan Kasi Propam dan KBO Reskrim Polres Nabire dan dihadiri sejumlah awak media, baik cetak maupun elektronik.
Dari ketiga kasus utama yang dirilis tersebut yang sempat viral adanya video terkait salah satu korban, suster meninggal usai makan dari makananya yang diberi di Pasar Pagi Bwm. Namun, setelah dirilis pihak Polres Nabire, makanan yang dimaksud tidak memenuhi unsur yang dapat menyebabkan kematian.
Hal tersebut sesuai hasil labotarium dari Jayapura yang telah diterima oleh pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire. Dan dapat dipastikan, bahwa meninggalnya korban karena sesak nafas bukan karena keracunan makanan yang dimaksud, seperti terang Kasat Reskrim AKP Bertu Anwar Haridyka, S.I.K, saat jumpa pers kemarin, di Koridor Mapolres Nabire.

Selanjutnya, menyangkut kasus lain, yakni kebakaran di salah satu sekolah yang ada di Jalan Kusuma Bangsa, hal itu berhasil juga diungkap pihak Polres Nabire dan berhasil mengamankan dua pelajar yang diduga kuat melakukan pembakaran gedung sekolah tersebut.
Kedua tersangka yang masih dibawah umur itu, dmerupakan siswa di sekolah tersebut. Adapun motif pembakaran lantaran dendam, dan aksi pembakaran yang dilakukan merupakan aksi kedua, sebelumnya ada percobaan pembakaran di toilet sekolah.(wan)
Bagikan artikel ini



