NABIRE – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1705/Paniai menegaskan, ketika ada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Kodim 1705/Paniai kedapatan terlibat dalam masalah Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba), maka yang bersangkutan akan langsung diproses hukum dan dipecat dengan tidak hormat dari kesatuan. Hal ini ditegaskan Dandim 1705/Paniai Letkol Inf. Jimmy Sitinjak, di sela-sela kegiatan penyuluhan HIV/Aids dan bahaya penyalahgunaan Narkoba, di Makodim 1705/Paniai,yang diikuti seluruh angota TNI, PNS dan Persit KCK Cabang XX/Nabire kemarin. Dandim Jimmy Sitinjak mengatakan, kedepan para prajurit sekalian agar bisa lebih berhati-hati lagi, sehingga terhindar dari virus HIV/Aids yang berbahaya ini, adapun kalau ada yang terjangkit, selaku komandan satuan akan memberikan bantuan moril dan selalu berkordinasi dengan pihak terkait untuk langkah-langkah terbaik dalam penanganannya. “Terima kasih juga untuk penjelasan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba, tidak ada toleransi bagi anggota. Di kalangan TNI kalau masalah Narkoba intinya terlibat, langsung pecat!,” tegas Dandim 1705/Paniai ini mewanti-wanti agar anggota di jajarannya tidak bermain-main bahkan sampai ikut terlibat dengan Narkoba. Sementara itu, khusus menyangkut penyuluhan HIV/Aids, dari pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Nabire menyampaikan terkait penyebaran HIV dan Narkoba di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Papua yang cukup meresahkan. Untuk bahaya Narkoba, diketahui bahwa sekarang pemerintah sudah menyatakan perang terhadap Narkoba, namun dibalik itu semua bahaya Narkoba masih selalu mengancam dan selalu saja meresahkan, karena dampak dari benda haram tersebut nyatanya sangat merugikan. Terkait hal tersebut, untuk mencegah dan mengantisipasi penularan HIV khususnya di kalangan prajurit TNI AD, Dinas Kesehatan Nabire didukung Poliklinik Santo Rafael Nabire mengadakan penyuluhan tentang HIV/Aids dan bahaya Narkoba dengan melibatkan para pakar dan ahli di bidangnya.(wan)