NABIRE - Upaya peningkatan dan antisipasi Gampang, Asik dan Menyenangkan (Gasing) dalam dunia pendidikan di Provinsi Papua Tengah, terutama di daerah Intan Jaya dan Puncak Jaya diperlukan perbanyak guru.


Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Papua Tengah, Marten Ukago, saat diwawancarai, di depan Aula Hotel Mahavira, Rabu (18/4/2024).
"Terkait dengan perkembangan dunia pendidikan pada daerah konflik tersebut kami telah mengambil alternatif tersebut, alternatif pertama adalah harus bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama yang ada di daerah tersebut," imbuhnya.


Marten Ukago menambahkan, tokoh-tokoh agama dan gereja yang ada di Puncak akan dijadikan guru kontrak untuk meningkatkan pendidikan guna mempermudahkan menyentuh peserta didik di daerah terpencil, terdalam dan tertinggal.


Lanjutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan mencanangkan program siswa unggulan dan beasiswa bagi peserta didik berprestasi. Dalam program ini telah merekrut sebanyak 120 anak, terbagi, 50 anak di tingkat SD, 50 anak SMP dan 20 tingkat SMA untuk dikirim ke sekolah terbaik dan unggulan.


"Intinya semua program yang lebih efektif dalam dunia pendidikan akan diupayakan dan dikembangkan guna peningkatan dunia pendidikan di provinsi yang baru dimekarkan kurang lebih dua tahun lalu," ketusnya.(ahmad faoji)