NABIRE - Guna mengantisipasi inflasi dan kenaikan harga bahan pokok jelang bulan puasa dan ketersediaan stok untuk Sembilan Bahan Pokok (Sembako), Disperindag Provinsi Papua Tengah akan menggelar 'Operasi Pasar Murah'.


Operasi pasar murah ini juga untuk mengukur terkait cadangan stok Bapok (Bahan Pokok) dan pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan kedepan serta sebagai solusi, mengingat bulan depan lebaran atau hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah.


Terang Kadisperindag Papua Tengah, Norbertus Mote, SE.,M.Si, pasar murah ini akan melibatkan pihak berkompeten, seperti dinas ketahanan pangan, instansi terkait, termasuk BUMN dan BUMD se Papua Tengah, baik Bulog dan pemasok barang.


Norbert mengharapkan, bisa melibatkan dinas-dinas yang ada di Kabupaten Nabire, supaya bisa saling membantu, sehingga bisa terealisasi kegiatan pasar murah tersebut.


Dengan dibukanya pasar murah, diharapkan bisa mengatasi kenaikan harga bahan pokok beberapa kabupaten di Provinsi Papua Tengah, menjelang ramadhan kali ini.
Terutama yang sering naik itu seperti beras, telur, minyak goreng, ayam potong dan cabe. Biasanya bahan-bahan pokok tersebut kerap mengalami kenaikan harga yang cepat. "Dalam rangka antisipasi naik harga Bapok inilah utama kita akan menggelar pasar murah," pungkasnya.(amd)