Asosiasi Tenaga Honorer K2 Mengadu ke Pj Gubernur
NABIRE – Setelah mengikuti sidang mediasi lanjutan di Pengadilan Negeri Nabire, Kamis (22/6/23), sore harinya sekitar pukul 15.20 WIT, massa dari Asosiasi Tenaga Honorer K2 tidak lulus Kabupaten Nabire mendatangi Kantor Gubernur Papua Tengah. Mereka secara spontan menyampaikan aspirasi di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah.

NABIRE – Setelah mengikuti sidang mediasi lanjutan di Pengadilan Negeri Nabire, Kamis (22/6/23), sore harinya sekitar pukul 15.20 WIT, massa dari Asosiasi Tenaga Honorer K2 tidak lulus Kabupaten Nabire mendatangi Kantor Gubernur Papua Tengah. Mereka secara spontan menyampaikan aspirasi di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah.
Dikatakan koordinator Asosiasi Tenaga Honorer K2 tidak lulus, Piet Nabod Kuway, hari ini pihaknya hadir di Kantor Pengadilan Nabire untuk melaksanakan mediasi. Namun Bupati Nabire berangkat ke Jakarta dan Kepala BKPSDM Nabire juga tidak hadir.
“Kami datang ke kantor Gubernur Papua Tengah agar Pj. Gubernur Papua Tengah dapat memperhatikan dan membantu permasalahan kami. Kami sudah menunggu selama 7 bulan dan ini semua kami lakukan untuk keluarga kami,” tuturnya.
Menanggapi penyampaian aspirasi, Pj. Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM, menuturkan, persoalan ini ada di Kabupaten Nabire. Artinya, pembina kepegawaian adalah Bupati Nabire. Namun demikian, kata dia, sebagai pembina kepegawaian di Provinsi Papua Tengah, dirinya akan memfasilitasi untuk melihat permasalahan ini.
Lebih lanjut dikatakan, permasalahan ini telah ditempuh melalui jalur hukum dan pihaknya tidak bisa mengintervensi hal itu. Namun untuk masalah kepegawaian, dirinya selaku pembina kepegawaian di provinsi akan melakukan koordinasi, mediasi dan fasilitasi dengan pemerintah Kabupaten Nabire.
“Kami belum punya dokumen sehingga tim yang telah terbentuk dapat berkordinasi dengan kami pemerintah provinsi. Saya bersama Bapak Sekda dan Kepala BKD Provinsi akan mencoba menelusuri permasalahan ini dengan berkordinasi bersama. Bupati dan Pengadilan Nabire akan kami undang,” ujarnya.
Dirinya berharap semua pihak bisa mendukung agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan. Dirinya juga meminta agar koordinator menyiapkan data K2 yang sudah lama honor dengan melampirkan SK Bupati maupun kepala dinas yang asli.
Sementara itu, sekitar pukul 15.58 Wit, seluruh rangkaian giat selesai, selanjutnya massa membubarkan diri dengan tertib, situasi dalam keadaan aman dan lancar. (ros/ist)
Bagikan artikel ini



