NABIRE - Aksi demo yang awalnya sudah dicabut oleh Perhimpunan Masyarakat Nusantara (Permata), namun masyarakat pendatang tetap melakukan aksi damai, bertempat di Lapangan Garuda Wonorejo dan dihadiri berbagai kalangan di seluruh Nabire pada hari Rabu (8/5/2024).


Lebih dari 8 kendaraan berkumpul di Lapangan Garuda Wonorejo, mulai dari Wonorejo, SP, Yaro, Wami dan Wanggar, bahkan Lagari berkumpul menyampaikan aspirasi mereka melalui perwakilan yang ditunjuk.


Salah satu koordinator aksi menyampaikan aspirasinya terhadap pembatalan aksi demo di Kantor Gubernur Papua Tengah. "Jadi pemimpin yang baik, pemimpinnya kita kita sendiri, kebersamaan yang ini dijaga. Jangan karena politik ini semua rusak, sekarang menyatukan pendapat saja susah karena kepentingan politik," katanya.


Setiap ada kejadian selalu demo, dan titik kumpulnya di Wonorejo kita selalu jadi korban, apabila kedepan terjadi lagi kita akan seperti ini lagi, kita langsung bersatu, kita hadir di sini atas spontanitas, selalu menjadi korban dan tidak jelas penyelesaiannya dan atas kejadian yang terjadi pemerkosaan segera ditangkap.
Dilanjut perwakilan dari Wami, Distrik Yaur, segera diselesaikan dan ditangkap pelakunya.


Selalu pembantaian-pembantaian yang kita dapat, merah berani putih artinya suci, tidak ada suku ini tidak ada suku itu, kita adalah NKRI, kita yang ikut membangun Nabire ini, tetapi apa yang kita dapat kita tidak meminta tapi kita minta menghormati satu sama lain, karena persatuan dan kesatuan kita bersatu semua adalah rakyat Indonesia.


Kordinator SPA menyampaikan, jangan mau dicerai berai oleh politik, kita di sini sudah bersatu, tapi kalau ujung-ujungnya bermain politik mending sendiri, tujuan kita di sini untuk bersatu dan bersama.


Dari SPB Wanggar Sari pun ikut menyampaikan aspirasinya. "Saya hanya berharap kita bersatu dan komitmen jangan plin-plan, kalau ada warga kita yang sakit kita datang jangan berkoar-koar di Sosmed, harapannya adalah jaga kekompakan kita dan selama kita baik untuk apa kita takut untuk maju, kita harus bersatu bisa dulur dulur dulur. Kalau kita berani karena benar kita akan disegani, kasian kios-kios dan pasar-pasar kalau ada orang mabuk datang itu takut," tutup perwakilan itu.(edi)