NABIRE - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII, saat ini telah melaksanakan kegiatan Workshop Pelestarian dan Pengembangan Noken di Kabupaten Nabire, Ibukota Provinsi Papua Tengah, yang diikuti oleh para guru, siswa/siswi SMA dan SMK serta peserta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.


Kegiatan workshop pelestarian dan pengembangan Noken ini dijadwalkan akan berlansung selama tiga hari, dimulai pembukaannya Senin (18/3/2024) dan akan berakhir pada Rabu (20/3/2024), dengan tema 'Cintai Negeriku, Lestarikan Budayaku', yang diikuti perwakilan guru dan murid dari 40 sekolah SMA dan SMK se Nabire.


Secara terpisah Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Desy Polla Usmany, SS.,M.Sos, kepada Papuapos Nabire mengatakan, kegiatan workshop yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII dengan wilayah Provinsi Papua, Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Selatan.


Adapun peserta yang terdiri dari para guru, murid SMA dan SMK  serta perwakilan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah dengan tujuan Noken yang telah ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan dunia, namun belakangan ini terlihat Noken terancam punah, sementara ketahui Noken sebagai warisan dunia telah ditetapkan oleh Unesco pada tahun 2012 silam.


Selain itu juga, kita telah melihat perkembangan Noken yang selama ini belum signitifkan seperti yang diharapkan oleh kita semua, sehingga ke depan Noken pelestarian budaya Noken harus mendapatkan penanganan dan perhatian yang serius agar tidak punah, tetapi terus dijaga kelestariannya oleh kita semua.


Sementara itu, kegiatan workshop ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang berkelanjutan kepada para generasi muda dan diharapkan para generasi muda tidak asal memakai atau menggunakan Noken sebagai tas, tetapi anak-anak muda ini harus tau dan paham bahwa Noken sebagai bagian dari hidupnya.


Untuk itu, diharapkan pula dari hasil kegiatan workshop ini anak-anak sekolah yang merupakan generasi muda menjadi penggerak Noken dan pelaku budaya di rumah, sekolah maupun dimanapun mereka berada dengan terus membangun pelatihan bagi generasi muda lainnya yang tidak sempat mengambil bagian pada pelatihan ini.


Dengan demikian marilah kita sama–sama dapat melestarikan budaya Noken termasuk bahan bakunya, yakni pohon Genemo/Belinjo  sebagai bahan baku tali Noken Genemo agar tidak punah ditebang ataupun dirusak. “Bila perlu marilah kita tanam pohon genemo yang banyak agar budaya Noken tidak hilang," ajak Desy.(erens)