NABIRE - Harus ada perhatian khusus untuk membuka lapangan pekerjaan buat Orang Asli Papua (OAP), sehingga di DOB yang baru ini bisa mengurangi angka stanting pengangguran di Provinsi Papua Tengah Kabupaten Nabire.


Dikatakan Penina Analisa Auparai bersama kedua Kepala Suku Yeresiam dan Kepala Suku Wate di Bandara baru Kaladiri saat jumpa pers yang mengatakan, tanah ini luas dan Bandara ini besar, berikan kami orang asli Papua juga nekerja di Bandara Nabire yang baru ini.
"Masa kami OAP yang ada tinggal di Kabupaten Nabire harus menunggu dan melihat saudara/saudari kita dari seberang datang masuk dan bekerja di Bandara ini," katanya.


Kami juga punya ijasah ada, dan sama dengan mereka tapi kami masih dipersulit untuk di kasih pekerjaan, hal yang sama juga dikatakan Penina Analisa Auparai Bahwa.
"Yang saya pegang ini adalah surat memo langsung dari Ibu Pj Gubernur Ribka Haluk yang ditandatangani pada tanggal 4 Desember 2023, tapi pihak Bandara ini tidak mau merespon atau membantu kami," ujarnya.


kami berharap kepada Pj Gubernur Ribka Haluk dan Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan di instansi terkait, panggil Plt Kabandara untuk menanyakan sebernarnya ada apa sampai kami OAP tidak bisa untuk mengambil bagian sebagai security, clening servis dan lain-lain di Bandara baru Kaladiri.
Pantauan Papuapos Nabire Jumat, (23/02/2024) di Bandara baru Kaladiri aktivitas penerbangan sudah mulai beroperasi dengan aktivitas jam kerja seperti biasa dan aman terkendali.


Terlihat pula bahwa Bandara baru Kaladiri tersebut juga punya ukuran yang besar, jadi pihak Bandara juga harus bisa kerjasama dengan pengusaha OAP, sehingga anak-anak yang tidak punya pekerjaan bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa mengurangi angka stanting pengangguran di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.(rob)