NABIRE – Bertempat di depan Bandara baru Kaladiri Nabire, Kepala Suku Wate, Dorus Raiki dan Kepala Suku Yeresiam Ayub Kowoi, mendampingi salah satu pengusaha Koperasi OAP, Koperasi Konsumen Diego Asua Jaya, melalui jumpa Pers, menekankan kepada pihak pengelola Bandara baru Kaladiri harus bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada OAP di Atas Negri ini.


Jumpa Pers yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di depan Bandara baru Kaladiri Nabire, itu Kepala Suku Wate wilayah bagian barat, Dorus Raiki mengatakan kami sangat mengharapkan agar rekomendasi yang kami buat bisa diperhatikan oleh pemerintah kabupaten dan Pemprov Papua Tengah.


"Kami punya anak–anak banyak yang masih penganguran, karena tidak memiliki pekerjaan, jadi tolong hargai kami karena tanpa kami tanah ini kami tidak serahkan untuk pembangunan Bandara dan kami Suku Yeresiam dan Wate yang serahkan tanah ini untuk pembangungan Bandara, jadi tolong hargai kami,” ujarnya.
Dorus Raiki menambahkan, selaku Kepala Suku Wanggar berharap untuk bisa diperhatikan anak-anak kami.


Sama halnya dikatakan Kepala Suku Yeresiam Bagian Barat, Ayub Kowoi, Koperasi Konsumen Diego Asua Jaya ini legalitasnya jelas dan lengkap, karena didalamnya ada tanda tangan kami dari lembaga suku dan ada rekomendasi dari Pj Gubernur Papua Tengah.


Ayub Kowoi menjelaskan, enam suku di pesisir ini bersepakat untuk memberikan sepenuhnya kepala Suku Wate yang ada di tengah-tengah untuk mengakomodir kepentingan kami dan pemerintah di daerah ini.


Itu sebabnya, kami sudah siapkan tanah untuk kantor gubernur dan Bandara baru Kaladiri. "Dengan demikian pada sore ini saya Kepala Suku Yeresiam menegaskan untuk jangan kita melanggar Otsus jilid II dan kita tetap jaga Ostus jilid II ini. Jadi tidak ada tawar menawar, Kabandara baru harus mengakomodir OAP untuk bisa terlibat bekerja dalam Bandara baru Kaladiri Nabire ini," pungkasnya.(rob)