NABIRE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire melaksanakan sosialisasi tentang bencana penangan kebakaran di dalam ruangan kepada instansi pemerintah. Setelah mensosialisasikan penanganan kebakaran di Puskesmas Karang Mulia, awal pekan ini, Kamis (19/9) melaksanakan sosialisasi penanganan kebakaran kepada pimpinan dan staf Poliklinik Kesehatan 17.09.01 Nabire yang dikenal dengan nama Polban.Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Nabire, Victor Fun, S.Sos.,M.Si, sehari sebelum sosialisasi di ruang kerjanya mengatakan BPBD melaksanakan sosialisasi penanganan bencana kebakaran untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti akreditasi. Dalam rangka itupula, BPBD melaksanakan sosialisasi penanganan bencana kebakaran di Polkes sebagai persiapan Polkes mengikuti akreditasi.Usai mengikuti sosialisasi penanganan kebakaran, Kepala Poliklinik Kesehatan 17.09.01 Nabire, Lettu Reimond Peranginangin mengatakan, akreditasi tidak hanya terbatas kepada tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Poliklinik tetapi hampir semua instansi pemerintah akan diakreditasi. Menurut Lettu Peranginangin, masih jauh untuk mencapai satu rumah sakit kelas standar di Nabire. Namun, menuju ke tahap ini perlu ada upaya peningkatan pelayanan dan fasilitas penunjang yang dibutuhkan sebuah pusat pelayanan kesehatan. Menyiapkan media seperti alat pemadam kebakaran Apar merupakan salah satu fasilitas yang dibutuhkan untuk menangani bencana.Sementara itu, Theodorus Irianto, staf BPBD Kabupaten Nabire mengingatkan agar setiap instansi pemerintah, bahkan setiap kendaraan dinas dan rumah menyiapkan alat pemadam kebakaran untuk mengantisipasi ancaman bahaya kebakaran di daerah ini.Ia juga mengingatkan agar ketika ada kebakaran, jangan panik tetapi tenang dan mencari titik yang aman dan keluar dari ruang kebakaran. Diingatkan, jangan berlindung di kamar mandi, sebab air di kamar mandi bisa panas dan mendidi karena panasnya kobaran api. Usai mendengar sosialisasi, staf Poliklinik Kesehatan melakukan simulai penggunaaan alat pemadam kebakaran Apar dan karung basah. Simulasi tersebut menarik perhatian staf Polikes Nabire karena bisa simulasi dengan alat Apar dan karung basah untuk memadam kobaran api.(ans)