Cendrawasih Youth Day Fondasi Penting dalam Kehidupan
NABIRE - Kegiatan Cendrawasih Youth Day merupakan fondasi penting dalam kehidupan yang dimotori oleh orang–orang muda katolik dengan berbasis keagamaan yang diikuti oleh 7 Paroki dari 3 kabupaten. Untuk itu diharapkan generasi muda orang katolik ikut mengambil bagian dalam pembentukan dan pembinaan moral damn karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai agama untuk kemudian hari dapat menjadi dasar dan prinsip bagi generasi muda untuk menghadapi kemajuan zaman yang semakin sulit untuk kita bendung.

NABIRE - Kegiatan Cendrawasih Youth Day merupakan fondasi penting dalam kehidupan yang dimotori oleh orang–orang muda katolik dengan berbasis keagamaan yang diikuti oleh 7 Paroki dari 3 kabupaten. Untuk itu diharapkan generasi muda orang katolik ikut mengambil bagian dalam pembentukan dan pembinaan moral damn karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai agama untuk kemudian hari dapat menjadi dasar dan prinsip bagi generasi muda untuk menghadapi kemajuan zaman yang semakin sulit untuk kita bendung.
Demikian sambutan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si yang disampaikan melalui Sekda Nabire, Herman Kayame, ST, MT pada pembukaan kegiatan Cendrawasih Youth Day bagi 295 orang peserta dari Orang Muda Katolik (OMK) di Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam, Kamis (30/6/22).
Dikatakan, saat ini kita berada pada era milenial berbasis teknologi modern. Sebagian besar bidang kehidupan bergerak cepat menggunakan teknologi yang semakin canggih sejalan dengan kecanggihan dunia saat ini.
Dengan kecanggihan dunia, generasi muda mengalami kemerosotan moral dengan nama lain krisis moral sebagai dampak yang timbul dari ketidaksiapan kita dalam menghadapi tuntutan zaman.
Tidak sedikit generasi muda usia produktif harus terlibat dalam kriminalisasi. Yang datangnya akibat dari kebebasan mengakses situs-situs yang tidak sesuai dengan usia serta tanpa pengawasan dari orang tua. Bahkan marak beredar di media sosial tentang konten-konten yang sama sekali tidak mendidik generasi muda.
Media Sosial yang seharusnya menjadi penghubung bagi relasi jarak jauh, sekarang malah menjadi ajang dalam memamerkan hal-hal yang bersifat “Hidomisme” yang alhasil membuat banyak generasi muda bergerak jauh hingga melupakan nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan.
Kegiatan Cendrawasih Youth Day menunjukan bahwa Orang Muda Katolik se-Teluk Cenderawasih menyadari akan panggilan selaku generasi muda penerus bangsa dan yang akan melanjutkan perjalanan pembinaan iman anak-anak muda kedepan.
Untuk itu diharapkan kegiatan ini kelak memberikan kesan kepada kita semua Orang Muda Katolik se-Teluk Cenderawasih, dan kepada para peserta diharapkan mengambil bagian karena merupakan cikal bakan pemimpin masa yang harus ditempuh sejak dini.(des)
Bagikan artikel ini



