NABIRE – Dana pembangunan kampung yang diterima Kampung Maidei, Distrik Makimi mengerjakan pelebaran jalan dalam di kampung sepanjang 12 KM. Jalan dalam pemukiman warga Transmogran SP III Lagari, kini tinggal finishing, hanya 200 meter. Pelebaran jalan di tengah pemukiman tersebut merupakan pertama kali, sejak pemerintah memukimkan warga Transmigran sejak 1993 lalu. Sebab, sejak warga trans menempati lokasi “langganan luapan kali Lagari”, selama ini hanya dua kali pengerasan dan 200 meter talut di pinggir jalan.Kepala Kampung Maidei, Genies Wonda didampingi Sekretaris Kampung, Toha Maksun bersama beberapa warga di kediaman, Genies Wonda, Kamis (21/9) mengatakan pelebaran jalan yang dilaksanakan warga yang dibiayai dengan dana alokasi dana desa (ADD) tahun 2017 telah mengerjakan 11,600 KM dengan lebar jalan 6 meter dan tinggi timbunan 30 cm. Warga melebarkan satu jalan poros bagian utara Kampung Maidei dan dua jalan di bagian selatan bersama beberapa jalan lintas antar poros di tengah pemukiman Maidei dan Pemukiman Baru, pecahan dari Maidei.Kepala Kampung, Genies Wonda mengatakan  pengerasan dan pelebaran jalan di tengah kampung ini sudah dinanti-nantikan sejak lama. Namun, selama itupula tidak ada upaya untuk perbaikan dan pelebaran. Oleh karena itu, sejak diangkat sebagai Kepala Kampung, bertekad untuk merubah wajah Kampung Maidei dengan melebarkan jalan tengah kampung agar pembangunan pemukiman ini nampak maju seperti kampung lain seperti Kampung Biha (SP) dan SP II Lagari.Oleh karena itu, kata Wonda, dengan dana ADD yang diterima tahun anggaran ini dimanfaatkan untuk melebarkan jalan tengah kampung yang sudah dirindukan warga sejak lama. Karena, warga Maidei juga merindukan jalan tengah kampung yang kuat seperti di Kampung Biha dan SP II, jalan dengan cor beraspal.Genis Wonda didampingi Sekretaris Toha mengatakan, pelebaran jalan ini kalau mengacu berdasarkan RAP yang diberikan oleh pemerintah tingkat Kabupaten Nabire, tidak cukup. Bahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bisa ragu karena pelebaran jalan sepanjang 12 KM dalam RAP sebesar Rp 120 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk menyewa alat berat. Kondisi tanahnya labil sehingga memakan banyak material.Wonda didampingi Toha bersama beberapa warga menuturkan, demi pemerataan kerja dan upah yang diterima warga, penimbunan dan pemerataan dibagi menurut RT di masing-masing lingkungan sehingga dana pelebaran jalan ini dinikmati oleh warga Maidei.Menurut pantauan media ini di lokasi, permukaan jalan lebih tinggi dan pemandangan Kampung Maidei terang. Sebab, warga juga merelakan menebang pohon di pinggir jalan. Warga sudah mulai menikmati lebarnya jalan di tengah kampung.Kepala Kampung Genis Wonda dan Sekretaris Toha memohon kepada pemerintah agar memberikan perhatian dan penghargaan kepada warga atas semangat pelebaran jalan sepanjang 12 KM di tengah kampung dengan pelebaran jalan beton beraspal di tengah Kampung Maidei seperti halnya di Kampung Biha (Makimi), Kampung Wadio (Nabire Barat), Karadiri (Wanggar). Karena, antuasias masyarakat Maidei melebarkan jalan kampung dengan penuh berharap agar pemerintah menindaklanjuti inisitif masyarakat dengan pelebaran jalan beton beraspal di tengah Kampung Maidei. (ans)