DOGIYAI - Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai dari Komisi II Ernes Yusak Tebay menilai, kegiatan mesin pemecah batu milik PT Pusaka Dewa Krisna (PDK) yang terletak di Kampung Bukabado Mapia, debunya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat.Dimana aktivitas mesin pemecah batu tersebut dapat mengeluarkan debu yang semirip dengan asap yang mengepul dikala tertiup angin ke pemukiman atau perkampungan masyarakat dan tanpa disadari asap atau debu tersebut telah dihirup oleh masyarakat.Sehingga diharapkan kepada pihak PT PDK yang sedang beraktifitas dengan mesin pemecah batu di Kampung Bukabado Mapia untuk secepatnya mengendapkan debu atau diarahkan debu atau asap tersebut ke arah kali yang telah ada.Ernes Yusak Tebay kepada Papuapos Nabire, Kamis (9/8), di seputaran Jalan Pepera Nabire menambahkan, kami katakan hal ini bukan tidak ada bukti, tetapi ini ada bukti berupa gambar di Kampung Bukabado saat aktifitas mesin pemecah batu beraktifitas.Sehingga selaku wakil rakyat menyarankan kepada pihak PT PDK agar secepatnya mencari jalan keluar untuk pengendapan asap atau debu tersebut, jika tidak maka masyarakat yang akan terserang penyakit batuk-batuk yang berdampak pada paru-paru dan juga penyakit pilek.Karena, menurutnya, debu batu yang keluar seperti asap tebal itu keluar mengikuti arah angin yang menjurus ke perkampungan masyarakat, sehingga dipastikan secara perlahan–lahan asap debu ini akan menjadi penyakit bagi masyarakat Bukabado dan masyarakat Mapia Kabupaten Dogiyai. (des)