NABIRE – Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Nabire telah menyalurkan bantuan puluhan payung jualan kepada mama-mama di 5 pasar di Kota Nabire. Masing-masing di Pasar Karang Tumaritis, Pasar Sore Kalibobo, Terminal Oyehe, Pasar Sore KPR Siriwini, dan Pasar Samabusa.

Dikatakan Ketua KAPP Nabire, Basaruddin Werfete yang didampingi sekretaris KAPP Nabire, Piter Hubi, pihaknya berencana akan membagikan 100 unit payung jualan. Namun karena keterbatasan dana yang bersumber dari dana swadaya, akhirnya saat ini baru bisa disalurkan 30 unit payung jualan. Sisanya, kata dia, akan dimasukan pada program kerja berikut.

“Pengadaan payung jualan didanai dari dana swadaya anggota KAPP ditambah bantuan dari KAPP Provinsi Papua. Payung jualan itu dibagikan pada Senin (23/8/21) sore,” ujar Basaruddin Werfete saat bertandang ke redaksi, Selasa (24/8/21) kemarin.

Dikatakan Basaruddin Werfete, KAPP Nabire memiliki program kerja yakni pemberdayaan pengusaha dalam rangka peningkatan ekonomi kerakyatan. Dalam program itu ada pemutakhiran data pengusaha, yakni pengusaha jasa konstruksi dan pengusaha ekonomi sektor riil, salah satunya mama-mama Papua penjual di pasar.

“Mama-mama Papua penerima bantuan payung jualan itu keterwakilan dari suku-suku yang ada di Nabire. Yakni dari Suku Dani, Moni, Mee, pesisir dan kepulauan,” tambahnya.

Dari hasil pemutahiran data, didapati ada sebanyak 600 anggota mama-mama Papua, yang terbagi dalam 3 kelompok. Kelompok pertama, petani/penjual yang menanam untuk makan sendiri dan selebihnya dijual. Kelompok kedua, warga yang menanam dan menjual. Kelompok ketiga, warga yang membeli dari petani untuk selanjutnya menjual.

“Dari 600 anggota mama-mama Papua yang aktif adalah dia yang menjadikan pasar sebagai tempat berusaha yaitu kelompok tani dan penjual,” kata dia.

Disinggung soal jumlah anggota KAPP Kabupaten Nabire, jelasnya, yang telah didata pada tahun 2015 sampai 2018 sebanyak 3.000an anggota. Namun hasil pendataan untuk tahun 2019 sampai dengan 2021 jumlahnya menjadi 975an anggota, dimana sekitar 600an adalah anggota dari mama-mama Papua.

Dikatakan Warfete, KAPP menjadi fasilitator. Pihaknya mengharapkan pemerintah daerah dengan KAPP bisa bersinergi dalam program kerja, program-program pembangunan untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.

Lebih lanjut dikatakan, KAPP ini adalah satu-satunya organisasi profesi di Tanah Papua yang dibentuk berdasarkan turunan dari UU Otsus yang direkomendasikan dengan rekomendasi MRP kepada Pengprov Papua maka keluarkan Pergub 17 tahun 2019 tentang KAPP. 

“Kami harap Pemda Nabire agar dapat menindaklanjuti Pergub 17/2019 menjadi Perbup Nabire. Agar semua pengusaha OAP berada di bawah payung KAPP. Entah dia berasal dari asosiasi mana saja, mereka harus bersatu dalam wadah KAPP karena ini adalah wadah pengusaha OAP,” tuturnya. (ros)