NABIRE - forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 Kabupaten Nabire, secara resmi dibuka Sekda Nabire, Daniel Maipon, S.STP, Kamis (3/2/22) di ruang rapat Setda Nabire.

Dalam arahannya, Sekda Dainel Maipon mengatakan, rencana pembangunan jangkah menengah nasional adalah dokumen perencanaan pembangunan yang disusun untuk jangka waktu lima tahun. Dan merupakan penjabaran dari visi misi dan program bupati terpilih dengan berpedoman pemerintah daerah dalam menyusun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD), rencana strategis (Renstra), dan rencana kerja (Renja) perangkat daerah pengendalian serta evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan daerah (Bappeda) secara berkala.

Visi dan misi program prioritas Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si dan Wakil Bupati Ismail Djamaluddin sebagai delapan misi antara lain, pertama, jaminan stabilitas dan kenyamanan daerah. Kedua, pembinaan keagamaan (Iman dan Taqwa). Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keempat, peningkatan pelayanan kesehatan.

Kelima, peningkatan ekonomi rakyat. Keenam, peningkatan insfratruktur daerah. Ketujuh, reformasi birokrasi pemerintahan daerah dan kedelapan pengelolaan keuangan (Penguatan PAD) dan asset daerah, pembinaan kebudayaan, kepemudaan, dan keolahragaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Sedangkan delapan program prioritas antara lain, pertama, pembinaan lembaga sosial dengan memberikan hibah kepada lembaga-lembaga suku dan kerukunan serta penggunaan rumah nusantara di Nabire. Kedua, insentif bagi pelayan umat Tuhan (pendeta, pastor, ustad dan lain-lain dan pelayan masyarakat paling bawah, yaitu RT dan RW).

Ketiga, pemberian hibah bagi yayasan atau lembaga keagamaan dan lembaga sosial penyelenggara program kemasyarakatan seperti program pendidikan sosial dan kebudayaan seperti Yayasan YPK, YPPK, Yayasan Islam, Yayasan Hindu, Yayasan YPPGI dan yayasan lainnya.

Keempat, membangun 2.000 rumah layak huni bagi warga yang benar-benar tidak mampu.

Kelima, membangun fasilitas air bersih, toilet dan kamar mandi bagi warga kurang mampu dan mobilisasi kali, talud abrasi pantai dan penyehatan lingkungan.

Keenam, memberikan uang kinerja bagi Apratur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nabire dan insentif khusus bagi lembaga pendidik dan tenaga medis yang bertugas di daerah terisolir. 

Ketujuh, membuka isolasi daerah dengan membangun akses jalan dan jembatan jalan masuk Yaur, Dipa, Menou. Pembuatan talud untuk atasi abrasi pantai, membuka akses telekomunikasi serta penyediaan alat trasportasi khusus bagi masyarakat di enam distrik terisolir. Dan kedepan rehabilitasi gedung olahraga kota lama, pembagunan gedung kesenian, dan pembangunan stadium olahraga/sepak bola.

Selanjutnya, sebelum memberikan materi oleh Akademisi Uncen Jayapura kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di masing-masing SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Nabire dicek kembali, para kepala dinas, badan, kantor. Setelah rehat sejenak, dilanjutkan kegiatan materi tentang  Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nabire selama lima tahun mendatang. (modes)