Dinkes Gelar Pelatihan Kurangi HIV, TB dan Malaria
DOGIYAI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dogiyai melalui Bidang P2M menggelar pelatihan sehari di ruang pertemuan Dinkes dalam ra
Bagikan
DOGIYAI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dogiyai melalui Bidang P2M menggelar pelatihan
sehari di ruang pertemuan Dinkes dalam rangka mengurangi beberapa penyakit yang
ditemukan di Kabupaten Dogiyai. Pelatihan diikuti para perawat dan dokter,
petugas kesehatan dari Distrik Mapia, Kamu dan Distrik Dogiyai ini dibuka
Sekretaris Dinkes Dogiyai Yan Goo, M.Kes. Dalam sambutannya, Yan Goo menyampaikan, data jumlah penduduk Kabupaten Dogiyai
menurut DinDukcapil Dogiyai berjumlah 72 ribu orang yang tersebar dari 79
kampung, 10 distrik se Dogiyai. Warga selaku pasien berobat rata-rata angkanya
semakin tinggi. Entah itu, warga Kamu dan Mapia (Kamapi). Berdasarkan data
medis, penyakit yang diderita warga diantaranya penyakit HIV, TB dan Malaria,
maka melalui pelatihan itu Kepala Dinas
Kesehatan Dogiyai Lukas Dumapa lewat Sekretaris Yan Goo menyampaikan tenaga
dokter dan perawat termasuk dinas kesehatan selalu proaktif dalam
pelayanan kesehatan untuk mengurangi
angka kesakitan dari penyakit HIV/Aids, TB dan Malaria. Lanjutnya, peralatan yang kurang memadai pada Puskesmas Moanemani dan Mapia dalam jumlah
pasien yang banyak, maka dalam kesempatan pelatihan ini Sekretaris melalui
Direktur Petugas P2M sebagai pengelola Administrasi di kantor Petugas P2M
sebagai tenaga teknis di lapangan. Direktur mengharapkan memberikan kemudahan kepada pasien, memberikan pengantar rawat lanjutan ke Rumah Sakit Madi
Kabupaten Paniai dan RSUD Kabupaten Nabire, sehingga pasien terasa terbantu, entah penyakit TB Malaria juga penyakit HIV. Puskesmas Moanemani dan Puskesmas Bomomani Mapia melalui bidang P2M, hendaknya memiliki
data lapangan secara administratif selanjutnya untuk mengetahui berapa jumlah
pasien penyakit Malaria, TB dan HIV guna
mengatasi meningkatnya penyakit malaria. Sekretaris Dinkes menyatakan, dinas kesehatan melalui bidang P2M selaku penanggung jawab akan
dibagikan 11.000 kelambu untuk mendeteksi setiap kasus penyakit melalui alat
medis yang baik dan tepat, sangat minim. Di Puskesmas Bomomani dan juga Moanemani penemuan setiap kasus dan penyakit yang diderita
pasien, dari jenis penyakit yang
ditemukan data medis untuk Kamapi terang Yanuarius Tenouye, sebanyak 223
penyakit Malaria, HIV positif 15 pasien dan TB 21 pasian pada tahun 2016 dan
2017. “Puskesmas Moanemani, tercatat HIV tahun 2014, 2015 dan 2016 sebanyak 262
pasien, Malaria 227 pasien dan TB
berjumlah 295 kasus,” ujar
Yanuarius Tenouye. Dalam pelatihan itu, Dokter dari Puskesmas Bomomani dan juga Dokter Moanemani secara terpisah memberikan keterangan, pengobatan
untuk ditemukanmya kasus kekurangan
peralatan medis menjadi persoalan utama. Pengakuan kedua dokter ini lebih
banyak pasien lanjutan, yakni Puskesmas Wonorejo Nabire RSUD Nabire dan rumah
sakit Madi Paniai. “Kesadaran pasien lekas ke rumah sakit yang kurang, data laporan pasien lapangan harus ditingkatkan di tingkat Pustu
dan Puskesmas dan laporan kasus dari jenis penyakit harus tersistem. Peralatan
medis kedepan harus memadai di Puskesmas Mapia, Bomomani dan Moanemani untuk
mengurangi penyaki dari tiga jenis
penyakit dimaksud,” terangnya.(don)
Bagikan artikel ini



