NABIRE - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Provinsi Papua Tengah tahun anggaran 2023 - 2024 terjun langsung bersama pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan beberapa masalah sosial yang terjadi di Kabupaten Nabire dan beberapa kabupaten lainnya di lingkungan Setda Provinsi Papua Tengah.


Kepala DSP3A Papua Tengah, Nenu Tabuni, S.Sos, kepada Papuapos Nabire (7/5/24) saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Tengah di tahun anggaran 2024 mengelola dana Otsus, sehingga dana Otsus ini kebanyakan digunakan untuk bantuan sifatnya sosial kepada masyarakat.


Oleh karena itu, meskipun dana pengiriman dari Jakarta terlambat ditransfer, kemudian kegiatan sesuai dengan masing-masing bidang sedang disiapkan untuk dilaksanakan masing-masing bidang.


Lanjutnya, bantuan sosial kita lakukan di tahun 2023 kemarin seperti bantuan kepada masyarakat asli Papua, seperti mama-mama noken kemudian juga jual sayur, kemudian memberikan modal usaha bantuan yang lain, juga bantuan terkait kemiskinan ekstrem.


“Itu juga ada di kami dinas sosial, sehingga ibu gubernur perintahkan kami untuk tahun ini juga kita akan menangani terkait dengan kemiskinan ekstrem, terutama orang asli Papua. Dan data yang ada dari 75.000 sekian itu kita sudah tahun lalu sudah membantu dan tahun ini juga komitmen Pemerintah Provinsi Gubernur sudah memerintahkan kami dinas terkait terutama dinas sosial kebudayaan bantuan kepada masyarakat kemiskinan,” katanya.


Selanjutnya, kegiatan yang lain itu seperti biasa bantuan kepada masyarakat juga atau kepada terutama disabilitas sesuai bidang sosial. “Karena itu mereka para anak-anak disabilitas bisa merasakan, terus para jompo juga. Jadi beberapa kegiatan di Dinas Sosial sedang kita siapkan dalam jangka waktu dekat, sesuai petunjuk ibu dubernur untuk mensegerakan kegiatan kami yang sudah siap tinggal action,” pungkasnya.(rob)