Dukcapil Kembali Temukan KTP Scan Beredar
NABIRE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nabire kembali menemukan puluhan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hasil Scan yang lagi marak beredar di tengah masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan Nomor Indudk Kependudukan (NIK) ternyata NIK yang tertulis dalam KTP scan tidak terkonek dengan data Selver Kependudukan Pusat.

NABIRE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nabire kembali menemukan puluhan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hasil Scan yang lagi marak beredar di tengah masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan Nomor Indudk Kependudukan (NIK) ternyata NIK yang tertulis dalam KTP scan tidak terkonek dengan data Selver Kependudukan Pusat.
Untuk itu, pihak Dukcapil Kabupaten Nabire tidak tinggal diam, tetapi terus berusaha mengumpulkan KTP-KTP scan tersebut sebagai bukti, bahwa di Kabupaten Nabire ada oknum–oknum yang tidak bertanggung jawab sedang melakukan cuplikan terhadap dokumen negara, juga melakukan penipuan kepada masyarakat.
Karena sejumlah KTP scan yang sedang marak beredar ini digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan juga digunakan oleh masyarakat saat melakukan kegiatan pencoblosan pemilihan calon anggota DPRD, DPRP dan DPR RI serta pada pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilres), pada 14 Februari lalu.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (22/02/2024) di ruang kerjanya seraya menambahkan, KTP-KTP scan yang ditemukan akan disimpan sebagai barang bukti, sebab kita tidak ingin penipuan ini terus berlanjut dan pasti ada laporan hukum kepada pihak berwajib.
Karena perbuatan oknum tidak bertanggung jawab ini telah mengandakan dokumen negara dan juga melakukan penipuan terhadap masyarakat, sehingga hal ini akan dilaporkan secara langsung kepada pihak Kepolisian Resor Nabire untuk ditindaklanjuti. Sebab, kita berharap yang bersangkutan harus diproses secara hukum.
Kepada masyarakat di Kabupaten Nabire yang merasa memiliki KTP scan diharapkan untuk segera melaporkan diri kepada pihak Dukcapil Kabupaten Nabire agar diganti dan memiliki NIK yang langsung terkonek dengan data server pusat, karena berdasarkan data dari KTP scan yang ada saat ini data NIK tidak valid alias palsu.
Untuk itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi mengurus dan mendapatkan KTP di luar dari Kantor Dukcapil Nabire, karena yang mengurus KTP scan maupun lainnya dipastikan NIK palsu dan untuk saat ini Dukcapil Nabire tetap terus memberikan pelayanan secara gratis asalkan tidak diwakilkan, tetapi yang bersangkutan dan mengurus KTP dan dokumen kependudukan lainnya.(des)
Bagikan artikel ini



