FKAP Dideklarasikan, Bangun Kembali Tercecer Lewat Solidaritas dan Silaturahmi Bersama
NABIRE - Sabtu, 10 Februari 2018 kemarin bertempat di Hotel Gets Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire telah dideklarasi Forum Komu
Bagikan
NABIRE - Sabtu, 10 Februari 2018 kemarin bertempat di Hotel Gets Oyehe, Distrik Nabire,
Kabupaten Nabire telah dideklarasi Forum Komunikasi Anak Perintis (FKAP)
Nabire. Deklarasi FKAP Nabire ini lahir guna mengembalikan, mengumpulkan dan
menyatukan presepsi serta kebersamaan yang selama ini tercecer lewat
solidaritas dan jalin silaturahmi kembali guna membangun kabupaten Nabire
kedepan. Koordinator dan beberapa perwakilan dari forum ini, ketika diwawancarai awak media menyatakan
sikap untuk membangun silaturahmi selaku anak-anak dari para perintis
pembangunan di daerah ini dan selanjutnya tidak terkait dengan kegiatan politik
praktis, siap untuk mengambil bagian dan ikut andil dalam mengisi, membangun
daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya berada di kota yang pernah
dikenal dengan kota singkong ini. Alex E. Manibui, forum yang hari ini dideklarasikan ini atas kerinduan sejumlah teman-teman,
rekan-rekan dan saudara kami dari anak-anak perintis Nabire mulai tahun 1960
sampai 1980. Yang mana, waktu itu kota Nabire ini masih hutan atau dapat
dikatakan Nabire masih nol dan orang tua kami yang membuka dan membangunnya
dengan peralatan seadanya kala itu. Dari keinginan dan niat itulah, lanjut Alex Manibui didamping anggota forum komunikasi anak
perintis lainnya, kami membentuk wadah atau forum komunikasi ini. “Diantara
teman-teman kecil dulu ini banyak yang berhasil, namun banyak pula yang mungkin
tidak. Sehingga untuk menyatukan mereka ini membutuhkan satu wadah atau tempat
untuk saling bersilaturahmi atau berkumpul untuk sama-sama membangun daerah
ini,” ucapnya. Diluar itu, seperti ditambahkan Baharuddin, hari ini lewat deklarasi kami ingin
mengumpulkan teman-teman atau mengembalikan yang tercecer karena urusan kita
masing-masing. Terkait politik itu pribadi atau urusan kita masing-masing, dan
wadah ini untuk menyatukan atau jalin solidaritas kita bersama dan meningkatkan
silaturahmi diantara kita. “Kedepan bagaimana kita bersatu untuk sama-sama membangun daerah ini yang ditinggal oleh
orang tua kita dulu. Siapa tahu diantara kita yang mungkin bisa menjadi
pemimpin yang dapat membangun lebih baik lagi kedepan. Kebersamaan kita yang
perlu disini kita bangun untuk menyatukan persepsi bersama,” tambah Alex. Mewakili kelompok perempuan juga selaku anak perintis Nabire, Mardalena Aronggear, berpendapat
yang sama. Dimana, dulu sekitar tahun 1968 Kantor Bupati Jalan Merdeka tempat
bermainnya dan di kantor pertanahan tersebut merupakan daerah subur. Saat ini, katanya telah berubah dari jaman ke jaman sesuai tuntutan pembangunan, namun
kebersamaan anak-anak perintis ini mulai pudar, sehingga intinya melalui forum
ini kiranya dapat menyatukan kembali hal-hal yang tercecer tersebut guna bangun
kebersamaan untuk membangun daerah ini. “Kebersamaan mari kita bangun, cukup
lama kita tinggal diam. Orang tua kita sudah tidak ada. Mereka dengan tangan
dan hanya mengunakan kapak membuka dan membangun daerah ini, jadi kita sudah
saatnya untuk bersatu membangun daerah ini agar lebih baik lagi kedepannya,”
harapnya. Selaku koordinator forum komunikasi anak perintis Nabire, Herumono Gobai menyatakan,
pada prinsipnya kita selaku anak-anak perintis kota Nabire bahwa orang tua kita
dipanggil untuk bertugas di daerah ini yang dapat dikatakan tidak ada apa-apa,
meskipun demikian mereka telah membangun silaturahmi yang begitu baik terjalin
sampai Nabire menjadi saat ini. Untuk itu, lanjutnya, setelah dekade waktu terjadi dan konsekwensi kemajuan maka kami
anak-anak dari orang tua yang dulu berjasa membangun daerah ini bercerai berai.
“Keakraban itu nampak sudah mulai hilang baik dari segala aspke yang ada di
daerah ini telah memarginalkan kami, bahkan kami menjadi overtunis dalam
situasi ini, tetapi dengan niat dan tulus serta karena panggilan sebagai anak
perintis dan berjasa dalam pembangunan di daerah ini, kami akan kembali bersatu
dan menjalin silaturahmi dan solidaritas kami dalam forum yang dideklarasikan
hari ini,” ungkap Herumono. Kami, ucapnya, sebagai anak-anak perintis mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama
membangun daerah ini. Kami sadar, selaku anak yang lahir dan dibesarkan di
daerah ini serta menyadari bahwa kami juga menumpang di daerah ini. Selaku
organisasi kemasyarakatan nantinya, yang bergerak di aspek sosial, budaya dan
ekonomi sebagai jembatan untuk kelak akan menjadi pemersatu hingga anak cucu
nanti dengan harapan pula solidaritas dan silaturahmi ini tetap terjalin
kedepan lebih baik lagi.(wan)
Bagikan artikel ini



