Gaji Tak Dibayarkan, KBM SD YPK Paulus Sanoba Diistirahatkan
NABIRE - Terkait dengan gaji para guru honor yang tidak dibayarkan selama satu tahun empat bulan oleh pihak sekolah SD YPK Paulus Sanoba, telah dicarikan solusi lewat pertemuan bersama orang tua dan pengurus komite. Namun dari hasil rapat tidak direalisasikan oleh pihak komite sekolah. Sehingga pihak sekolah mengambil keputusan untuk mengistirahatkan sekolah selama satu minggu untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasanya.

NABIRE - Terkait dengan gaji para guru honor yang tidak dibayarkan selama satu tahun empat bulan oleh pihak sekolah SD YPK Paulus Sanoba, telah dicarikan solusi lewat pertemuan bersama orang tua dan pengurus komite. Namun dari hasil rapat tidak direalisasikan oleh pihak komite sekolah. Sehingga pihak sekolah mengambil keputusan untuk mengistirahatkan sekolah selama satu minggu untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasanya.
Andalan pihak sekolah untuk membayar gaji para guru honor hanya diharapkan dari sumber dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara dana BOS SD YPK Paulus Sanoba dua triwulan telah dicairkan pejabat kepala sekolah lama.
“Sudah satu tahun empat bulan para guru honor melaksanakan tugas tanpa pembayaran hak mereka. Selama belum adanya pembayaran gaji guru honor sebanyak 8 orang, bukan pihak sekolah tinggal diam. Tetapi terus berupaya dan terakhir melalui rapat orang tua murid bersama pengurus komite sekolah ,namun belum ada jalan keluar,” kata Kepala SD YPK Paulus Sanoba, Denny Herman Laturiuw, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Sabtu (29/10/22) via telepon genggamnya.
Sehingga untuk satu minggu kedepan dengan terpaksa dan berat hati sekolah diistirahatkan dari KBM. Sebab dengan pengalihan dana BOS ke dana tahunan oleh pemerintah pusat, akhirnya tidak ada lagi solusi yang bisa diambil pihak sekolah. Untuk bisa menanggulangi biaya–biaya kebutuhan sekolah. Termasuk gaji para guru kontrak hanya bisa diandalkan dari dana BOS. Karena tidak ada biaya–biaya operasional lain yang bisa diharapkan oleh pihak sekolah selain dari sumber dana BOS.
Sementara itu pada Minggu (30/10/22) siang, Ketua PSW YPK Nabire, Drs. Barnabas Watopa, M.Si yang ditemui Papuapos Nabire menuturkan, kejadian yang menimpa SD YPK Paulus Sanoba akibat dari mantan kepala sekolah.
Dan akibat yang kedua adalah pengalihan dana BOS oleh pemerintah pusat yang awalnya diterima setiap triwulan dialihkan ke satu tahun yang pada akhirnya membuat banyak sekolah untuk saat ini kerepotan ,bukan saja SD YPK Paulus Sanoba.
Namun selaku PSW YPK tidak akan tinggal diam dan akan mencarikan solusi bersama. Tinggal menunggu kehadiran bendahara untuk mencairkan dana YPK dari Bupati Nabire dan selanjutnya PSW YPK akan berikan bantuan ke SD YPK Paulus, tetapi itu berupa dana pinjaman. (des)
Bagikan artikel ini



