NABIRE – Dengan mengandeng Dinas Kesehatan Nabire dan didukung Poliklinik Santo Refael Nabire, bertempat di Markas Komandon Distrik Militer (Makodim) 1705/Paniai telah dilaksanakan penyuluhan HIV/Aids dan bahaya penyalahgunaan Narkotika Obat Terlarang (Narkoba) di daerah ini, Rabu kemarin. Sebanyak 200 orang mengikuti kegiatan penyuluhan HIV/Aids dan bahaya Narkoba di wilayah Kodim 1705/Paniai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh angota TNI, PNS dan Persit KCK Cabang XX/Nabire. Penyuluhan merupakan bentuk pencegahan dini dari bahaya virus HIV dan bahaya dari dampak penggunaan Narkoba itu sendiri. Dampak penyebaran HIV dan Narkoba di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Papua cukup meresahkan, karena terakhir data menyebutkan untuk kasus HIV/Aids di wilayah Papua sudah mencapai puluhan ribu kasus, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman tentang HIV di dalam individu masing-masing. Untuk bahaya Narkoba, diketahui bahwa sekarang pemerintah sudah menyatakan perang terhadap Narkoba, namun dibalik itu semua bahaya Narkoba masih selalu mengancam dan selalu saja meresahkan, karena dampak dari benda haram tersebut nyatanya sangat merugikan. Terkait hal tersebut, untuk mencegah dan mengantisipasi penularan HIV khususnya di kalangan prajurit TNI AD, Dinas Kesehatan Nabire didukung Poliklinik Santo Rafael Nabire mengadakan penyuluhan tentang HIV/Aids dan bahaya Narkoba dengan melibatkan para pakar dan ahli di bidangnya. Ketua Tim Penyuluh, Dr. Sayori dalam kegiatan ini memberikan beberapa pemahaman tentang bahaya penularan virus HIV. Beliau menyebutkan secara detail dari pengertian HIV, cara mencegah, hingga penanganan kasus yang merusak kekebalan tubuh manusia ini. Kegiatan ini mendapat antusiasme penuh dari angota TNI itu sendiri. Untuk pemahaman Narkoba, Dr. Sayori memberikan penjelasan akan bahaya dan dampak Narkoba dari segi penanganan, hukum, maupun pencegahannya, sehingga diharapkan kedepan pengaruh dan ancaman Narkoba, dapat ditekan sehingga mental generasi muda dapat diselamatkan sejak dini. Sementara itu, Dandim 1705/Paniai Letkol Inf Jimmy Sitinjak menambahkan untuk kedepan para prajurit sekalian agar bisa lebih berhati-hati lagi, sehingga terhindar dari virus yang berbahaya ini, adapun kalau ada anggota yang terjangkit, selaku komandan satuan akan memberikan bantuan moril dan selalu berkordinasi dengan pihak terkait untuk langkah-langkah terbaik dalam penangananya. “Terima kasih juga untuk penjelasan tentang bahaya Narkoba, tidak ada toleransi, di kalangan TNI kalau masalah Narkoba intinya terlibat! langsung pecat!,” tegas beliau dalam kesempatan tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Dandim 1705/Paniai kepada Dr. Sayori (kepala tim penyuluhan) sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian tim penyuluh itu sendirii, setelah penyuluhan selesai, barulah seluruh prajurit diperkenankan untuk mengambil sampel darah dan selanjutnya diperiksa oleh para petugas kesehatan.(wan)