NABIRE - Angka perceraian di Kabupaten Nabire melonjak, memicu keprihatinan mendalam di kalangan tokoh agama dan masyarakat. Wakil Ketua Pengadilan Agama Nabire, Basarudin, SHI.,MP.d.,MM, mengungkapkan fakta mengejutkan. Judi online menjadi salah satu penyebab utama retaknya rumah tangga di wilayah ini.

"Kami prihatin dengan angka perceraian di Nabire. Banyak kasus perceraian yang kami tangani berakar dari masalah ekonomi, dan salah satu pemicunya adalah judi online," ungkap Basarudin saat ditemui Papuapos Nabire, Jumat (21/03/2025).

Menurut Basarudin, judi online telah merusak pondasi ekonomi keluarga. Banyak suami atau istri yang terjerumus dalam lingkaran setan perjudian, menghabiskan uang keluarga, dan akhirnya memicu konflik yang berujung pada perceraian.

"Efek domino dari judi online sangat mengerikan. Tidak hanya masalah ekonomi, tetapi juga masalah kepercayaan, komunikasi dan bahkan kekerasan dalam rumah tangga," jelas Basarudin.

Pengadilan Agama Nabire mencatat, sebagian besar kasus perceraian yang masuk didominasi oleh pasangan usia produktif. Mereka yang seharusnya membangun keluarga harmonis, justru terjerat dalam masalah yang menghancurkan masa depan mereka.

"Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Generasi muda kita seharusnya menjadi tulang punggung keluarga dan bangsa, tetapi mereka justru terjerumus dalam hal-hal negatif seperti judi online," tutur Basarudin.

"Kami mengajak semua pihak untuk peduli terhadap masalah ini. Mari kita selamatkan generasi muda Nabire dari bahaya judi online," seru Basarudin.

Selain judi online, faktor lain yang berkontribusi terhadap angka perceraian di Nabire adalah masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan. Namun, judi online menjadi faktor yang paling dominan dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami melihat ada tren peningkatan kasus perceraian yang disebabkan oleh judi online. Ini sangat mengkhawatirkan," kata Basarudin.

Basarudin juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan internet. "Internet bisa menjadi alat yang bermanfaat, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak digunakan dengan bijak," tutupnya.(sam)