PANIAI - Pembangunan Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Assisi Epouto sedang berlangsung sejak pertengahan bulan Mei tahun ini. Bangunan berukuran 20x42 itu membutuhkan anggaran yang besar. Anggaran pembangunan gereja sebesar Rp.2.485.000.000,00 (dua miliar empat ratus delapan puluh lima juta rupiah) telah diserahkan kepada tukang. Hal itu dikatakan kepada media ini oleh Yahanes Mote, Panitia Pembangunan Gereja di Epouto, Selasa (15/09/20).

“Anggaran pembangunan yang sudah terkumpul, kami sudah serahkan kepada kepala tukang untuk belanja semua bahan yang dibutuhkan dalam pembangunan gereja ini,” Jelas Yahanes Mote. Gereja yang berbentuk seperti danau Tage ini, lanjut Yohanes Mote ditargetkan selesai dalam waktu beberapa bulan kedepan, namun masih membutuhkan dana sekitar 2 miliar sehingga umat Paroki Epouto yang tersebar di Enam Stasi akan mengadakan berbagai kegiatan yang bisa mendatangkan uang. 

“Kami targetkan bangunan ini selesai cepat, tetapi masih membutuhkan dana sekitar 2 miliar. Beberapa minggu kedepan, umat Stasi Epouto, Stasi Dimiya, Stasi Uwebutu, Stasi Deiyai, Stasi Wotai dan Stasi Onepa akan mengadakan kegiatan penggalangan dana, seperti pertandingan bola voli putra dan putri, bazar-bazar, lomba panahan dan sebagainya,” ungkapnya. 

Lanjutnya, diharapkan kepada semua pihak agar dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam bentuk apapun agar bangunan gereja ini dapat diselesaikan sesuai target.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dan bantuan secara moril maupun materil dari semua pihak agar proses pembangunan gereja ini bisa berjalan lancar dan selesai sesuai target,” harap Mote. (tek)