NABIRE - Kelurahan Girimulyo Distrik Nabire kota boleh dikatakan termasuk salah satu kelurahan yang padat penduduknya, sehingga sampai saat ini Kelurahan Girimulyo sangat sulit mendapatkan lahan untuk Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS), karena pada umumnya tidak mendapatkan akses dari masyarakat untuk penempatan TPS dimaksud.


Karena berdasarkan data kependudukan, Kelurahan Girimulyo merupakan kelurahan pada penduduk. Berdasarkan data penduduk Girimulyo kurang lebih ada 10.000 jiwa, sehingga kalau dihitung per hari dapat menghasilkan 5 ton sampah.


Sehingga kalau berbicara soal bak sampah yang tersedia saat ini, sesungguhnya sangat kurang dan Kelurahan Girimulyo membutuhkan empat sampai lima bak sampah, yang akan ditempatkan pada 4 Spot Rukun Wangga (RW), karena dalam satu RW bisa terdapat 4 sampai 8 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Kelurahan Girmulyo.


Dikatakan Kepala Kelurahan Girimulyo Ferdinant B. Pattyruhu, kepada Papuapos Nabire, Jumat (22/03/2024) di ruang kerjanya, dari satu bak sampah yang telah diberikan, diupayakan untuk dioperasionalkan setiap hari mengangkut sampah agar sampah yang ada tidak tertumpuk, walaupun baknya sangat kurang.


Untuk itu, dengan jumlah bak sampah yang sangat kurang itu, selaku lurah terus memberikan semangat dan motifasi kepada pengurus sampah tingkat kelurahan mengawasi kegiatan pembuangan sampah oleh masyarakat yang harus dibuang secara langsung dalam bak, karena setiap hari ada aktifitas pembuangan sampah langsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire. 

 
Sehingga dengan sulitnya lahan yang tersedia, pihak kelurahan mengharapkan agar setiap sampah yang dibuang oleh masyarakat, secepatnya diangkut agar tidak terlihat penumpukan sampah. Untuk itu, petugas sampah kelurahan tidak tinggal diam, tetapi terus mengawasi pembuangan sampah oleh masyarakat.(des)