Gubernur Respon Aspirasi Masyarakat Lagari
NABIRE - Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe,S.IP.,MM., merespon positif aspirasi masyarakat Lagari, Distrik Makimi yang dibawa anggota DPRP, Thomas Sondegau saat melakukan reses guna menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. Demikian diungkapkan anggota DPRP, Tho
Bagikan
NABIRE - Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe,S.IP.,MM., merespon positif aspirasi masyarakat Lagari, Distrik Makimi yang dibawa anggota DPRP, Thomas Sondegau saat melakukan reses guna menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.
Demikian diungkapkan anggota DPRP, Thomas Sondegau, Jum’at (15/3) seusai meninjau Posko Induk Pemenangan dirinya sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRP.“Setelah saya melakukan Reses disejumlah daerah khususnya di Lagari Distrik Makimi dan bertemu langsung dengan warga masyarakat disana, mendengar langsung apa yang menjadi keinginan dan kebutuhanya lalu disampaikan dalam bentuk aspirasi, saya juga turun langsung melihat pekerjaan atau proyek utamanya pekerjaan yang bersumber dari dana APBD Provinsi, lalu saya bawa ke Jayapura dan saya sampaikan ke Gubernur Papua, ternyata itu direspon sangat baik oleh Gubernur dan bahkan aspirasi masyarakat khususnya Lagari menjadi catatan khusus Gubernur.Ini tentu menjadi kabar yang sangat bagi masyarakat Lagari distrik Makimi dan khususnya kampung-kampung di Kabupaten Nabire,” tuturnya.Dikatakan Thomas Sondegau, dari 6 aspirasi masyarakat Lagari Distrik Makimi dan daerah lain yang disampaikan dirinya, semuanya telah disampaikan kepada Gubernur Provinsi Papua.Bahkan menurutnya, untuk satu aspirasi saja yakni sarana air bersih agar dapat dinikmati masyarakat membutuhkan dana yang cukup besar dan itu juga telah disampaikan kepada Gubernur.Menurutnya, dibutuhkan dana minimalnya Rp. 10 milyar untuk membangun sarana air bersih saja agar masyarakat Lagari dan kampung-kampung lain di Nabire dapat menikmati air bersih.“Ini tidak main-main, karena untuk satu aspirasi kebupuhan masyarakat yaitu air bersih dibutuhkan dana bukan 1-2 milyard tetapi paling tidak Rp.10 milryad dan itu sudah saya sampaikan kepada Bapak Gubernur,” tegasnya.Sebagimana diketahui bahwa masyarakat Lagari Distrik Makimi Kabupaten Nabire mengajukan aspirasi sebanyak 6 permintaan, pertama, air bersih karena selama ini sudah 3 kali pekerjaan yang dilaksanakan namun air bersih belum mengalir sehingga masyarakat belum dapat menikmatinya, bahkan sejumlah pipa sudah pada putus.Kedua, listrik/penerangan, karena warga masyarakat baru menikmati listrik sangat terbatas yakni mulai jam 18.00-24.00 wit, ketiga, pembangunan jembatan yang menghubungkan SP 1 dan SP 2, keempat, pasar untuk hasil pertanian,dan perkebunan yang belum ada sementara para petani sudah mampu bertani dan berkebun dan menghasilkan hasil panen yang cukup bagus hanya pemasaranya yang masih belum jelas.Kelima, pelebaran jalan dari Pelabuhan Sambusa hingga SP 4 yang terlalu sempit, dan keenam, perbaikan/pengaspalan jalan di Distrik Makimi sendiri.Ditegaskan Thomas Sondegau, dari keenam aspirasi yang disampaikan kepadanya, semuanya telah disampaikan kepada Gubernur dan itu telah mendapat respon positif.“Bukan hanya aspirasi warga Distrik Makimi saja tetapi aspirasi dari warga masyarakat di perkampungan di Kabupaten Nabire yang dikunjunginya telah disampaikan kepaa Gubernur dan bahkan terkait dengan tinjauanya disejumlah pekerjaan/proyek yang ternyata masih banyak yang belum selesai,” ungkapnya.“Yang pasti sudah saya sampaikan dan saya akan bawa ke siding-sidang DPRP, saya akan terus berjuang dan itu komitmen saya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat guna kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (iing elsa)Foto : 17-03-14 Anggota DPRP Thomas Sondegau
Bagikan artikel ini



