NABIRE -  Pemerintah Provinsi Papua tidak akan menyetujui pembentukan daerah otonom baru untuk dua provinsi, yakni Provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah. Gubernur Papua, Lukas Enembe menyebutkan babhwa dua pembentukan propinsi ini tanpa mekanisme dan aturan yang jelas. Dirinya mengklaim usulan pembentukan dua propinsi ini penuh dengan kepetingan partai bukan kepentingan rakyat papua. Pernyataan dari Gubernur Papua langsung ditanggapi oleh tim relawan, koordinator Alek Kamiroki dan wakil Hengky Kegouw. Kepada media ini melalui sambungan teleponnya, mempertanyakan atas dasar apa pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Selatan bisa ditolak ?Katanya, pemekaran ini sangat didukung oleh Presiden dan Wakil Presiden. Pemekaran ini sudah menjadi bagian untuk memajukan masyarakat dan mensejahterakan rakyat Papua. Alek Mengritik, apa yang dikatakan Gubernur Papua itu sangat bertentangan dengan keinginan leluhur masyarakat Papua. Khususnya Papua Tengah dan Papua Selatan.“Kenapa meski ditolak oleh gubernur. Karena keinginan para elit politik yang gagal kini menggagalkan pemekaran di Papua Tengah dan Selatan. Sedangkan kami membentuk seperti ini karena niat kami untuk membuat masyarakat Papua menjadi Indonesia Hebat,” tuturnya.Lanjut Alek, seharusnya sebagai gubernur sangat mendukung, bahwa putra daerahnya bisa menjadi sejahtera. Ditegaskan, perjuangan pemekaran Papua itu sudah dilakukan sebelum Lukas Enembe menjadi Gubernur Papua. Lebih lanjut dituturkan Alek, yang membuat dirinya herankan dari mana datangnya awal mula penolakan Papua Tengah dan Papua Selatan ? Lanjut Alek, masyarakat Papua Tengah dan Papua Selatan sudah mulai bergumul dalam doa dan puasa agar pemekaran segera dilaksanakan oleh pemerintah Jokowi dan JK.“Pemekaran demi kesejahteraan orang Papua yang terabaikan selama ini. Kita harapkan Presiden dan Wakil Presiden, Mendagri serta Kabinet Kerja Jokowi JK bisa melanjutkan program yang mulia itu demi rakyat bukan demi penguasa atau elit politik,” tuturnya. Tegas Alek, pihaknya serta masyarakat Papua Tengah dan Papua Selatan secara tegas mendukung program presiden yang telah disampaikan oleh Mendagri. Sebab ada rakyat, baru ada pemerintah. Bukan ada pemerintah, baru ada rakyat. “Inilah suara rakyat bahwa kami yakin dimasa kepemimpinan Jokowi-JK yang mampu mengangkat rakyat Papua lebih maju dan sejahtera menuju Indonesia Hebat,” ujarnya. (ris)