Harga Air Galon Naik dari Rp 5.000 Menjadi Rp 8.000
NABIRE – Harga air isi ulang per galon di depot air minum yang ada di wilayah Nabire, awalnya sekitar Rp 5.000. Namun terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2022, harga air isi ulang per galon di depot air minum telah naikan menjadi Rp 8.000 per gallon.

NABIRE – Harga air isi ulang per galon di depot air minum yang ada di wilayah Nabire, awalnya sekitar Rp 5.000. Namun terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2022, harga air isi ulang per galon di depot air minum telah naikan menjadi Rp 8.000 per gallon.
“Kami pergi isi air isi ulang gallon di depot, kaget dengan tiba-tiba naikan harga isi ulang air per gelon dari Rp 5.000 naik menjadi Rp 8.000. Kami pikir harga itu hanya di depot yang kami isi air. Ternyata kenaikan harga isi ulang air per gelon di depot berlaku di semua depot air minum yang ada di wilayah Kabupaten Nabire,” kata seorang warga Nabire yang enggan sebut namanya, kepada media ini.
Dia juga bertanya terkait kenaikan harga air per gelon di depot kepada pemilik depot air minum yang dirinya sendang mengisi ulang. Jawaban pemilik depot, alasan kenaikan harga air per gelon belum tahu. Tetapi informasi untuk kenaikan harga air per gelon di depot ini, telah disebarkan dan disampaikan ke setiap pemilik depot yang ada di Kota Nabire dan sekitarnya.
“Saya tanya juga ke dia kenapa bisa naikan harga air isi ulang per gelon di depot ? Tetapi dia bilang tidak tahu. Harganya seperti itu, kami juga tidak tahu, kenapa terjadi kenaikan harga air isi ulang dari Rp 5.000 naik Rp 3.000 menjadi Rp 8.000,” tuturnya.
Dia juga bertanya–tanya ke depot air minum yang lainnya di wilayah Nabire. Dia mengakui benar terjadi kenaikan harga air isi ulang per gelon di depot–depot di Kota Nabire dan sekitarnya.
“Ada sejumlah depot saya tanya sampaikan ke saya bahasa sama dan benar terjadi tanggal 1 Agustus 2022 telah terjadi kenaikan harga isi ulang air per gelon di depot,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat dia bersama warga lain kaget dan mengeluh. Karena menurutnya, kenaikan harga secara tiba–tiba dan juga dinilai tidak ada alasan mendasar terhadap kenaikan harga itu.
“Kita tahu depot adalah salah satu jenis usaha dari sekian banyak jenis usaha, sehingga bisa terjadi kenaikan guna mencari keuntungan. Namun jika naikan harga sebesar Rp 1.000 saja kah ? Hanya beli air putih saja naikan sampai Rp 3.000 per gelon. Soal kenaikan harga air isi ulang di depot ini perlu menjadi perhatian bersama semua pihak terkait, bersama pemerintah daerah,” pintahnya. (hbb)
Bagikan artikel ini



