NABIRE - Dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Polres Nabire, Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si, Kamis (27/3) pukul 09.00 Wit, mengundang para tokoh lintas agama yang ada di wilayah Kabupaten Nabire. Pertemuan digelar untuk melakukan koordinasi dan komunikasi demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Nabire tetap dalam keadaan kondusif. Hal tersebut juga dilakukan Kapolres Nabire, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dengan para tokoh lintas agama yang ada di Kabupaten Nabire. Karena bagaimanapun juga para tokoh agama sangat berperan penting dalam memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada para umat dan jemaatnya. Menurut Kapolres, para tokoh lintas agama dinilai lebih tepat untuk memberikan suatu pemahaman yang baik kepada masyarakat, melalui khotbah–khotbah yang dibawa setiap hari, maupun pada hari-hari tertentu kepada semua umatnya.  Disamping itu, menurut Kapolres, para tokoh agama tentunya, tidak mempunyai kepentingan tertentu jelang politik saat ini. Walaupun tidak banyak juga yang terjun ke dunia politik. Dan dirinya yakin bahwa tokoh agama masih bisa bersikap netral. Sehingga melalui pertemuan tersebut, kiranya bisa membawa harapan besar bagi Kepolisian untuk bersama-sama menjaga, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Terkait dengan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Nabire, masih dalam keadaan kondusif, namun situasi politik untuk saat ini sudah semakin meningkat. Dan sampai saat ini, pelaksanaan kampanye di beberapa tempat di wilayah hukum Polres Nabire masih berjalan dengan aman dan tertib. Dan tahun politik di tahun 2014 saat ini sangat jauh berbeda dengan tahun politik di tahun 2009. “Saat ini Polisi, khususnya di Papua sangat dilematis dalam menegakkan hukum di wilayah masing-masing. Karena ketika ditindak sesuai hukum yang berlaku, tetap akan menjadi permasalahan bagi Polisi itu sendiri. Karena dimata masyarakat Polisi selalu salah dalam melakukan penindakan. Padahal kalau tidak ditindak, justru akan menambah persoalan baru yang akan berujung pada stabilitas keamanan daerah. Apalagi kalau sudah mabuk, dipukul salah, ditegur salah, ditindak lebih salah lagi Polisi. Hal-hal inilah yang perlu menjadi perhatian dan pemahaman bagi masyarakat, dan lewat penyampaian dari tokoh-tokoh agama ini bisa memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat. Terutama dalam penegakan hukum positif,” ungkapnya. Lebih lanjut Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si mengatakan, para Tokoh Lintas Agama yang ada di Nabire untuk bisa menghimbau kepada umatnya agar, tetap memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Nabire tetap dalam keadaan kondusif. Terutama, jelang Pemilu Legislatif 9 April dan sesudah Pemilu Legislatif. Karena, cenderung situasi Kamtibmas akan berubah setelah pencoblosan berlangsung dan pada saat penghitungan suara, karena pasti ada caleg yang kalah dan ada juga yang menang. Yang kalah sudah pasti tidak terima, dan akan mencari-cari kesalahan atau cela untuk dia bisa masuk menjadi anggota legislatif, sementara yang menang belum tentu bisa langsung duduk tenang. (cad)