NABIRE - Hiswana Migas telah hadir di Papua Tengah, diharapkan dengan hadirnya Hiswana Migas ini dan beberapa perwakilan dari pusat mengenai pembukaan Migas yang baru pertama di Nabire untuk perkembangan ekonomi.

Hal itu seperti terkemuka pada Musyawarah Cabang (Muscab) V DPC Hiswana Migas Papua Tengah, digelar Rabu (12/02/2025) bertempat di Aula LPP RRI Jalan Merdeka Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Executive General Manager Regional Papua Maluku, Sunardi, dalam sambutannya mengatakan, hari ini menjadi perhatian khusus manajemen Pertamina Patra Niaga, terkait dengan kegiatan Muscab dilakukan oleh Pengembangan Pemasaran dan Jaringan (PPJ) Papua Tengah.

“Jalannya Muscab kelima Hiswana Migas ini akan menjadi atensi penting buat kami, yang pertama mencermati wilayah regional Papua - Maluku, yang masih terdiri dari Papua, Papua Barat dan Papua Tengah,” ucapnya.

Lanjut Sunardi, wilayah cakupan yang bagus di Papua Tengah, sehingga dalam geografisnya sangat baik dan sementara di wilayah lainnya cakupannya sangat luar biasa, seperti wilayah cakupan, geografisnya daerah Jawa hampir 1/3 Indonesia.

“Jawa dan Provinsi Banten serta di wilayah Jawa bagian barat, kontribusi seles secara nasional kurang lebih 25%. Artinya distribusi BBM ini terpusat, 25% itu hanya membackup daerah wilayah DKI, Jawa dan Banten, namun biaya distribusinya, itu sama seperti apa yang kita keluarkan untuk wilayah regional Papua Maluku,” ujarnya.

Jadi standing pertamina untuk pengiriman BBM distribusi di wilayah Maluku dan Papua dalam satu tahun pihaknya harus menyediakan anggaran kurang lebih 2,7 triliun.

“Itu hanya untuk distribusi 7% secara kontribusi di semua wilayah Indonesia. Kenapa bisa demikian, pantangannya distribusi di wilayah Papua, merupakan satu kesatuan pulau, namun infrastruktur yang menghubungkan antar wilayah, itu belum terbuka dengan baik. Sehingga hampir 80% teknik distribusi wilayah Papua itu menggunakan tiga jalur, yaitu darat, laut dan udara,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD 8 Hiswana Migas Papua-Maluku, Ledrik Lekenilla mengatakan, Hiswana Migas harus berkolaborasi dengan pemerintah yang mungkin bisa langsung siap. “Terima kasih untuk DPC Papua Tengah, bahwa peraturan pemerintahan yang kita harus ikutin. Dan untuk DPC Provinsi Papua Tengah, itu sudah 95 persen,” ucapnya.

Lanjutnya, di Papua Tengah menjadi wilayah yang memiliki pantangan dan tantangan luar biasa, dalam hal distribusi migas, walaupun secara umum di wilayah Papua ini secara nasional masuk dalam regional Papua - Maluku. “Dimana kontribusi seles kita cuma 7% dari skala nasional,” tutupnya.

Ketua DPC Hiswana Migas Papua Tengah, Yeheskiel Imbiri menyampaikan, dirinya merasa spesial hari ini (kemarin), lantaran khusus untuk Papua Tengah akhirnya bisa dilaksanakan Muscab.

“Semua kita, pertamina, badan usaha Hiswana Migas DPC Papua Tengah hadir di sini. Kita bersyukur satu hari bermusyawarah dan ini semua berkat Tuhan, saya ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dan peserta juga,” ucapnya.

Lanjut dia, program DPC Hiswana Migas Papua Tengah, seperti apa yang diarahkan tadi dalam Muscab. “Kedepan saya pikir kita tidak sendiri dan pertamina mendukung kita dan support, seperti apa yang diminta dan direspon pemerintah pusat dan tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan dan Hiswana Migas sudah bisa kita selesaikan bersama,” ucapnya.

Imbuhnya, dengan melihat kebijakan pemerintah yang ada, apa yang bisa dilakukan buat kepentingan bersama untuk mensejahterakan masyarakat dan bangsa di negara ini. “Saya pikir kebersamaan dalam melaksanakan organisasi dan juga kita tetap bangun komunikasi dengan pemerintah,” tutupnya.(feb)