Hitungan Hari, Dua Lokasi Terbakar
NABIRE – Dalam hitungan hari, dua lokasi di wilayah Kabupaten Nabire, dilahap si jago merah (terbakar). Pada Minggu (16/7/23) pagi, Pasar SP 1 Bumiraya Distrik Nabire Barat, dilahap api. Puluhan unit lapak jualan dan kantor kepala pasar habis terbakar. Kebakaran juga terjadi pada Minggu sorenya. Api juga melahap beberapa ruangan Kampus USWIM Nabire, yakni ruangan perpustakaan, ruang micro tiching dan satu ruang kelas permanen rata dengan tanah setelah dilahap api. Hingga kini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran di dua lokasi tersebut.

NABIRE – Dalam hitungan hari, dua lokasi di wilayah Kabupaten Nabire, dilahap si jago merah (terbakar). Pada Minggu (16/7/23) pagi, Pasar SP 1 Bumiraya Distrik Nabire Barat, dilahap api. Puluhan unit lapak jualan dan kantor kepala pasar habis terbakar. Kebakaran juga terjadi pada Minggu sorenya. Api juga melahap beberapa ruangan Kampus USWIM Nabire, yakni ruangan perpustakaan, ruang micro tiching dan satu ruang kelas permanen rata dengan tanah setelah dilahap api. Hingga kini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran di dua lokasi tersebut.
Patauan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kampus USWIM Nabire, satu buah mobil pemadam kebakaran dari Polres Nabire bersama tim membantu memadamkan api.
Terlihat Rektor Uswim Nabire bersama rombongan langsung turun ke TKP untuk melihat langsung puing–puing ruangan yang habis terbakar.
Sementara pada pantauan di TKP Pasar SP 1 Bumiraya, kebakaran terjadi sekira pukul 02.30 WIT.
Informasi yang didapat di lapangan, diduga asal api dari arus pendek listrik yang mengakibatkan kebakaran pasar terjadi. Bermula dari salah satu los yang berada di dalam pasar terbakar hingga dengan cepat merembet ke los yang lain. Sehingga sekitar 30an los yang berada di dalam pasar dilahap si jago merah.
Salah satu korban pemilik kios dalam pasar, mengaku jika dirinya mendapat informasi sekitar pukul 02.30 WIT pagi. Dirinya bergegas menggunakan sepeda motor menuju ke pasar dan saksikan langsung api sudah besar.
“Teman–teman dan saya berusaha membantu memadamkan api, tapi kami susah akibat sumber air jauh dari lokasi kebakaran sehingga kami hanya bisa pasrah dengan kejadian ini,” ujarnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah daerah agar bisa membantu dengan membangun pasar kembali secepat mungkin. Sehingga para pedagang bisa berjualan kembali seperti biasa.
Polisi Tangani Kasus Kebakaran Pasar Bumi Raya
Minggu dini hari, 16 Juli 2023, sekitar pukul 02.00 WIT, Pasar Bumi Raya SP 1 yang terletak di Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, dilanda kebakaran hebat. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini.
Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, Kabid Humas Polda Papua, Minggu (16/7/2023) memberikan penjelasan tentang peristiwa tersebut.
"Menurut keterangan saksi, Aiptu Yuliyono (45), Anggota Polsek Nabire Barat yang sedang bertugas malam itu, awal mula kobaran api terlihat dari dalam Pasar Bumi Raya. Api dengan cepat menjalar ke lapak-lapak lain yang berdekatan. Pasar ini mayoritas diisi dengan lapak-lapak pedagang yang menjual barang pecah belah dan sembako serta kontruksi bangunan yang mudah terbakar sehingga api dengan mudah merambat dan membesar," ujar Kabid Humas.
Aiptu Yuliyono segera memberitahu masyarakat dengan memukul tiang listrik untuk membangunkan, agar segera menyelamatkan diri dan berusaha memadamkan api. Namun, api terus meluas dengan cepat, sehingga bantuan lebih lanjut diperlukan.
"Pukul 03.30 WIT, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Poles Nabire tiba di lokasi kejadian, didukung oleh personel Polsek Nabire Barat dan petugas dari Poles Nabire. Bersama dengan bantuan warga setempat, tim pemadam kebakaran berjuang untuk memadamkan api yang semakin membesar," tambah Benny.
Baru pada pukul 06.00 WIT, api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran yang bekerja keras dengan bantuan dari masyarakat. Penanganan kebakaran selesai pada pukul 06.30 WIT, dan situasi akhirnya dapat dinyatakan aman dan terkendali.
Benny menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan kerugian materil sedang dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
“Kendala yang dihadapi saat penanganan kebakaran saat itu tidak adanya dukungan kendaraan pemadam kebakaran lainnya dimana mengandalkan truck pemadam dari Polres sehingga penanganan terkesan lamban,” tutupnya. (rob/wan)
Bagikan artikel ini



