NABIRE – Independen Cinta Damai (ICD) Kabupaten Nabire meminta Kapores Nabire untuk menagkap bandar togel di Nabire. Apabila Kapolres tidak menangkap bandar togel, ICD akan melaporkan Kapolres Nabire ke Kompolnas. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ICD Nabire, Zadrak Yoweni di saat bertandang ke Redaksi, Rabu (22/4) malam mengatakan, perjudian togel di daerah ini sebagai salah satu pintu masuk terpaparnya virus corona kepada warga. Karena di tempat perjudian togel juga merupakan salah satu lokasi tempat pertemuan warga sehingga terbuka kemungkinan untuk penyebaran virus corona di tempat perjudian togel. Oleh sebab itu, Kapolres Nabire diminta untuk menangkap bandar togel untuk memutuskan permaian judi togel. Karena, ketika bandarnya ditangkap, peluncur-peluncurnya tidak akan berani untuk membuka togel. Selain bandar, Zadrak Yoweni juga meminta Kapolres menindak dan menangkap pihak-pihak yang ikut bermain di dalam perjudian tersebut, entah anggota aparat keamanan maupun para kepala suku. Menurutnya, lewat permainan togel, pendapatan keluarga tidak aman, isteri mengeluh tidak ada uang, anak minta uang tidak dikasih karena bapaknya sibuk terlibat di dalam perjudian togel. Dampak dari permainan togel di daerah, selain dikuatirkan sebagai pintu masuk terpaparnya virus corona di tempat perjudian togel, juga keuangan keluarga tak terurus baik. Zadrak menyentir, permainan judi togel hanya menguntungkan bandar dan peluncur. Karena, bandar bisa memperoleh pendapatan yang besar dan peluncur menikmati 25 persen dari hasil penjualan. Sementara, sebagian rumah tangga kacau akibat tergiurnya perjudian togel. Oleh sebab itu, untuk menghindari kemungkinan penyebaran virus corona melalui permainan judi togel, Kapolres diminta untuk menangkap bandar supaya tidak ada lagi permainan judi togel di daerah ini. (ans)