Informasi Beredar, Dua Versi Terkait Kebakaran 21 Rumah di Smoker

NABIRE - Kembali masyarakat Kelurahan Siriwini dan Nabire digemparkan dengan kejadian kebakaran di Smoker Kelurahan Siriwini Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, pada Kamis (28/8) pagi sekitar pukul 09.26 WIT. Di mana semua orang berlarian dengan kendaraan maupun berjalan kaki untuk melihat dari dekat peristiwa kebakaran tersebut.
Dari informasi yang beredar dari beberapa pihak yang ditemui Wartawan Papuapos Nabire di lokasi kejadian, ada yang menyebutkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh meledaknya kompor gas, tetapi ada pula yang mengatakan awalnya dari kosleting listrik yang merambat ke kasur dan selanjutnya merambat ke kompor gas.
Untuk itu, dari data yang diterima wartawan media ini menyebutkan, bahwa kasus kebakaran sebanyak 21 rumah yang ada di Smoker Kelurahan Siriwini itu ada dua versi, yang belum bisa disimpulkan secara jelas dan pasti penyebab kebakaran dari mana asal sumbernya untuk diketahui oleh semua pihak.
Namun yang jelas aksi si jago merah yang kembali dengan cepat melalap 21 rumah itu, telah menghilangkan 21 Kepala Keluarga (KK)akan tempat tinggal dan seluruh harta yang hingga saat ini belum dipastikan secara riil nilainya, yang jelas 21 KK telah kehilangan rumah.

Hasil pantauan Papuapos Nabire semenjak terjadinya kebakaran, telah hadir dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berusaha memadamkan api hingga beberapa jam kemudian baru api bisa dipadamkan, dengan kasus kebakaran ini ada aksi masyarakat yang berupaya secara manual untuk ikut memadamkan api.
Di mana masyarakat menimba air dari dua sumur terdekat dengan menggunakan ember dan alat lainnya dan ikut menyiram bagian api yang terdekat agar tidak merambat ke rumah-rumah masyarakat yang ada dan sangat dekat dengan lokasi kebakaran, karena diketahui bersama di lokasi kebakaran merupakan kawasan pemukiman padat penduduk.
Sementara itu, ada beberapa pihak yang juga mengatakan, sangat beruntung peristiwa kebakaran 21 rumah ini terjadi di siang hari dan tidak ada angin yang bertiup. Jika ada angin dipastikan kebakaran ini akan merambat ke mana-mana dan bila pada malam hari akan mengalami kesulitan untuk memadamkan api.
Hingga berita kebakaran ini diturunkan atau naik media cetak, belum ada pihak yang dikonfirmasikan soal kebenaran yang pasti soal asal kebakaran dan menyebutkan menyangkut kerugian yang dialami 21 KK yang kehilangan tempat tinggal, namun yang jelas informasi yang beredar menyebutkan asal kebakaran dari kosleting listrik yang merambat ke kompor gas.(des)
Bagikan artikel ini



