Jaga Kelestarian Alam, Komunitas 'Komandan' Gencar Angkut Sampah di Destinasi Wisata Danau Tigi
Kepedulian terhadap kelestarian alam terus disuarakan oleh generasi muda di Kabupaten Deiyai. Melalui sebuah wadah bernama Komunitas Anak Danau (Komandan), para pemuda asli daerah ini bergerak aktif menyelamatkan Danau Tigi dari ancaman pencemaran sampah plastik dan kerusakan lingkungan.

DEIYAI – Kepedulian terhadap kelestarian alam terus disuarakan oleh generasi muda di Kabupaten Deiyai. Melalui sebuah wadah bernama Komunitas Anak Danau (Komandan), para pemuda asli daerah ini bergerak aktif menyelamatkan Danau Tigi dari ancaman pencemaran sampah plastik dan kerusakan lingkungan.
Meski usianya terbilang masih muda, Komandan sangat gencar melakukan aksi nyata di lapangan. Komunitas ini secara rutin menyisir dan mengangkut sampah di sepanjang bibir Danau Tigi, terutama di titik-titik destinasi wisata dan aliran sungai (kali) yang bermuara ke danau tersebut.
Teranyar, pada Sabtu (5/9/2026), puluhan pemuda yang tergabung dalam Komandan kembali turun ke jalan. Mereka melakukan aksi bersih-bersih dan mengangkut sampah botol serta plastik yang mencemari sepanjang Kali Atouda, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.
Ketua Komunitas Komandan, melalui salah satu anggotanya, J. Tobai, mengungkapkan bahwa aksi di Kali Atouda merupakan kelanjutan dari rangkaian gerakan kebersihan yang sudah mereka jadwalkan.
“Sebelumnya, kami telah bergerak di sejumlah titik krusial, seperti di Tanjung Momai, Tanjung Ukaagoo, kawasan kali, hingga Kali Wakei di Waghete. Tempat-tempat ini merupakan destinasi wisata danau yang harus bebas dari sampah. Inilah yang menjadi tugas rutin Komunitas Komandan,” ujar J. Tobai.
#Kesadaran Bersama demi Keberlangsungan Hidup
Kehadiran Komandan bukan sekadar untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga membawa misi besar untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya di kawasan perairan. Danau Tigi merupakan urat nadi kehidupan bagi warga Deiyai, terutama sebagai sumber utama penangkapan ikan air tawar.

Tobai mengingatkan bahwa menjaga dan melestarikan kawasan Danau Tigi serta menjaga lingkungan hijau di Deiyai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan tugas seluruh elemen masyarakat.
"Kita dianugerahi Danau Tigi yang sangat indah oleh Tuhan, namun terkadang kita kurang peduli terhadap kelestariannya. Mari kita bersama-sama dengan pemerintah daerah menjaga dan merawat danau ini sebagai tempat keberlangsungan hidup kita," ajaknya.
Melalui aksi konsisten ini, Komandan berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya sampah terhadap kerusakan ekosistem. Jika keindahan alamnya terjaga dan ekosistemnya sehat, Danau Tigi masa depan diyakini mampu mendongkrak perekonomian warga lokal, baik melalui sektor pariwisata maupun usaha perikanan darat. (hbb)
Bagikan artikel ini



